Yuk, Kenali Efek Samping Vitamin C!

26 Oct 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Hati dan Saluran Cerna | Infeksi | Ginjal dan Saluran Kemih

Saat wabah COVID-19 ini, penting untuk kita menjaga daya tahan tubuh. Salah satu cara yang diduga dapat meningkatkan sistem imun tubuh adalah dengan konsumsi vitamin C dosis tinggi. Asupan suplemen vitamin C dapat diperoleh melalui tablet per oral maupun suntikan ke dalam pembuluh darah vena. Secara alamiah, vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Zat nutrien ini dikenal berperan dalam proses penyembuhan luka, kesehatan gusi, proses metabolisme di dalam tubuh, serta bertindak sebagai antioksidan. Konsumsi vitamin C juga membantu dalam penyerapan zat besi dari makanan. Oleh sebab itu, penderita kekurangan zat besi atau kurang darah merah (anemia) juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin C.

Meskipun manfaatnya banyak, ternyata vitamin C sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan loh! Asupan vitamin C harian yang diperlukan oleh tubuh yaitu 70 mg/hari untuk wanita dan 90 mg/hari untuk pria. Sebenarnya asupan vitamin C tersebut dapat terpenuhi dari buah atau sayuran apabila menu diet seimbang setiap harinya. Kelebihan vitamin C justru akan dibuang lewat urine melalui ginjal. Kelebihan vitamin C dalam jangka panjang berpotensi untuk menyebabkan efek samping sebagai berikut: 

  1. Meningkatkan risiko terjadinya batu saluran kemih
    Vitamin C yang berlebih sebagian akan diubah menjadi senyawa bernama oksalat. Senyawa oksalat akan dibuang melalui air seni. Senyawa oksalat ini dapat mengikat kalsium sehingga dapat mengkristal di dalam saluran kemih.
  2. Dapat menyebabkan pecahnya sel darah merah
    Vitamin C berlebih dapat menyebabkan sel darah merah lebih mudah pecah karena proses oksidasi. Risiko yang terbilang jarang ini dapat terjadi pada orang tertentu saja yang memiliki kelainan genetik pada sel darah merahnya. Apabila hal ini terjadi, maka komplikasi umumnya serius.
  3. Gangguan lambung dan saluran cerna
    Hal ini disebabkan karena vitamin C umumnya bersifat asam. Konsumsi suplemen vitamin C per oral berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran cerna khususnya lambung bagi mereka yang rentan, sehingga dapat menimbulkan nyeri ulu hati, mual, muntah, bahkan diare. 

Perlu diingat, setiap zat maupun obat yang masuk ke dalam tubuh kita memiliki baik manfaat maupun efek samping. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi vitamin C disesuaikan dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan takaran yang tepat.

 

Sumber:

https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/130400223/hoaks-atau-fakta-vitamin-c-bisa-sembuhkan-virus-corona

https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid

 

Oleh: dr. Irvan Cahyadi