Tumor Otak, Bagaimana Mengenalinya?

04 Jan 2021 | Otak dan Saraf | Kanker

Tumor otak adalah kumpulan sel jaringan otak yang mengalami pertumbuhan abnormal. Terdapat beberapa jenis klasifikasi tumor otak. Namun, secara umum tumor otak dibagi menjadi jinak (bukan kanker) dan ganas (kanker). Beberapa faktor yang dapat menyebabkan tumor otak antara lain pertambahan umur, riwayat penyakit kanker sebelumnya, riwayat pengobatan radiasi, riwayat keluarga atau gangguan genetik yang menurun, dan HIV/AIDS. Tumor otak dapat muncul memang pada otak (tumor otak primer) atau pada bagian tubuh lain terlebih dahulu kemudian menyebar ke otak (tumor otak sekunder/ metastasis). Tumor primer dikategorisasi menjadi Glial (terdiri dari sel Glia) dan Non-Glial (berkembang dari struktur anatomi otak seperti saraf, pembuluh darah, atau kelenjar). Banyaknya pembagian ini menghasilkan begitu banyak tipe tumor, seperti neuroma akustik, astrositoma, tumor metastasis otak, choroid plexus carcinoma, kraniofaringioma, tumor embrional, ependimoma, glioblastoma, glioma, meduloblastoma, meningioma, oligodendroglioma, tumor otak pediatrik, pineoblastoma, tumor pituitari, dan masih banyak lainnya. Masing-masing jenis tumor otak akan memunculkan gejala yang berbeda-beda, dan juga dipengaruhi ukuran, lokasi, dan kecepatan pertumbuhan tumor.

Beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai tumor otak yaitu nyeri kepala parah yang terus-menerus, kejang, mual, muntah, perubahan sifat atau memori, penurunan kekuatan otot pada salah satu sisi tubuh, dan gangguan penglihatan atau bicara. Gejala-gejala ini sangat mungkin terjadi secara sangat perlahan, tidak terjadi secara bersamaan, atau bahkan tidak ada sama sekali. Diagnosis tumor otak dapat ditegakkan oleh tenaga ahli saat sudah melakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan/MRI otak, pemeriksaan neurologi (saraf), dan lainnya. Terapi yang umumnya diberikan adalah operasi pengangkatan tumor, tetapi hal ini sangat dipengaruhi ukuran dan lokasi tumor. Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) akan dilakukan pada jaringan tumor yang diangkat. Hasil PA akan menentukan terapi yang akan diberikan karena akan menentukan jenis tumor yang dialami oleh pasien. Beberapa pilihan terapi yang ada antara lain radioterapi, kemoterapi, radiosurgery – Gamma Knife stereotactic radiosurgery, dan lainnya.

Otak pada dasarnya adalah organ yang mengatur segala kerja organ tubuh. Tumor yang ada pada otak dapat membesar dan mendesak otak pada tulang kepala yang sangat keras. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kerja sebagian besar jaringan otak pada lokasi tumor – yang kemudian mengatur kerja banyak organ, sehingga rehabilitasi medis setelah terapi diperlukan untuk mendapatkan fungsi organ kembali seperti semula, sesuai dengan jenis gangguan yang dialami (fisioterapi, terapi okupasional, terapi bicara, dan terapi khusus untuk anak usia sekolah). 

Mengenali tumor otak tidaklah mudah, terlebih bila mempertimbangkan banyaknya gejala tidak terdeteksi yang dapat muncul. Oleh karena itu, penyakit ini memerlukan perhatian khusus. Pada umumnya masing-masing individu dapat melakukan pemeriksaan dini secara pribadi dengan CT-Scan/MRI, memperhatikan gejala yang terjadi dengan saksama, dan mengetahui penyakit yang pernah dialami pada diri sendiri maupun keluarga dekat.

 

Sumber:

  1. American Association of Neurological Surgeons. (2019) Brain Tumors.
  2. NIH National Cancer Institute. Brain Tumor.
  3. Cancer Research UK. (2017) Brain Tumours.
  4. Mayo Clinic. (2019) Brain Tumor.
Oleh: dr. Sandy Theresia