Sindroma kompartemen, komplikasi patah tulang!

26 Nov 2021 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Otot, Tulang, dan Sendi

Trauma pada anggota gerak merupakan kasus tersering yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas. Hal yang dapat terjadi ketika terdapat gangguan anggota gerak terdiri dari patahnya tulang, terbukanya jaringan kulit, hingga kondisi yang disebut sindrom kompartemen.

Sindroma kompartemen merupakan kondisi emergensi yang harus segera ditangani sebelum terjadi kerusakan permanen pada anggota gerak. Kondisi ini merupakan kumpulan gejala yang ditimbulkan akibat adanya tekanan dalam sebuah kompartemen dalam tubuh.  Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui anggota gerak pada tubuh merupakan sistem yang memiliki struktur seperti sebuah ruang sederhana dimana dalam ruang tersebut terdapat struktur yang terdiri dari tulang , otot , saraf, pembuluh darah yang dikelilingi / dibungkus oleh sebuah lapisan tipis yang disebut fasia. Struktur tubuh ini dapat menjadi pedang bermata dua bagi tubuh, dimana satu sisi  memudahkan gerakan dari  tubuh agar menjadi optimal dan apabila terdapat di dalamnya , struktur ini perlahan –lahan akan menyebabkan kerusakan  yang bersifat progresif.

Mengapa dikatakan dapat menyebabkan kerusakan yang progresif? Karena ketika terjadi perdarahan aktif dalam ruang tersebut , maka struktur yang kuat ini akan menahan darah di dalam ruang tersebut, apabila ruang tersebut dipenuhi darah yang aktif mengalir maka akan timbul  tekanan oleh darah yang terkumpul lalu menekan struktur sekitar seperti otot, pembuluh darah dan saraf di dalamnya. Sehingga, gejala yang akan timbul akibat penekanan ini berupa nyeri yang semakin hebat terutama ketika digerakkan. Apabila kondisi ini tidak tertangani, maka dapat menimbulkan gejala pucat akibat pembuluh darah lain yang tertekan sehingga asupan oksigen tidak dapat sampai ke otot sekitar dan akhirnya dapat menyebabkan kematian dari struktur di dalam ruangan tersebut.

Hal ini dapat terjadi dalam hitungan jam apabila tidak segera ditangani, kematian struktur tersebut bersifat permanen. Oleh karena itu, ketika seseorang mengalami cedera di anggota tubuh, segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat sehingga dapat mengurangi kerusakan lebih lanjut. 

Oleh: dr. Dave Kennedy