Psoriasis dan Penanganannya

29 Jan 2021 | Kecantikan dan Kelainan Kulit | Alergi dan Penyakit Imunologik

Psoriasis merupakan kelainan autoimun yang ditandai dengan munculnya bercak kemerahan pada kulit dan dilapisi oleh sisik berwarna putih atau silver. Ukuran lesi ini bervariasi tergantung besarnya derajat inflamasi. Penderita psoriasis mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Penyakit ini secara klinis umumnya tidak mengancam jiwa dan tidak menular. Namun, karena dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, sering kali dapat mengganggu kesehatan mental dan menurunkan kualitas hidup seseorang bila tidak dirawat dengan baik.

Hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan psoriasis secara total, karena penyebab pasti dari penyakit ini pun belum ditemukan. Namun, terdapat beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk mengontrol keluhan sehingga kulit dapat kembali normal. Untuk mencapai keadaan ini, diperlukan kerja sama yang baik antara pasien dengan dokter yang merawat.

Pengobatan psoriasis dapat dibedakan menjadi 3 bagian utama, yaitu dengan menggunakan obat topikal (pemakaian luar), terapi sinar, dan obat sistemik. Pengobatan topikal berupa kortikosteroid topikal yang digunakan untuk mengurangi proses inflamasi dan gatal, analog vitamin D dan antralin untuk memperlambat pertumbuhan sel. Penggunaan antralin harus hati-hati karena dapat mengiritasi kulit, sehingga biasanya setelah digunakan akan dibilas. Penggunaan retinoid topikal atau derivat vitamin A juga dapat mengurangi proses inflamasi, tetapi memiliki efek samping mengiritasi kulit dan dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, sehingga pastikan Anda menggunakan sunscreen sebelum bepergian ke luar. Penggunaan retinoid merupakan kontraindikasi pada wanita hamil. Asam salisilat topikal tersedia tanpa atau dengan resep dokter, bekerja dengan mengangkat sel kulit mati dan mengurangi sisik, sering kali digunakan kombinasi dengan kortikosteroid topikal atau coal tar untuk meningkatkan efektivitasnya. Asam salisilat sering kali dikemas dalam bentuk sampo untuk mengatasi psoriasis pada kulit kepala. Coal tar didapatkan dari batu arang, berfungsi untuk mengurangi sisik, gatal, dan inflamasi. Coal dapat mengiritasi kulit, dan meninggalkan noda pada pakaian, serta memiliki aroma yang kuat. Penggunaan moisturizer atau pelembab tidak menyembuhkan psoriasis, tetapi dapat membantu meringankan gejala gatal dan kering pada kulit. Pelembap yang digunakan untuk psoriasis umumnya dalam bentuk ointment sehingga memiliki tekstur yang lebih pekat daripada cream dan lotion. Pastikan Anda menggunakan pelembap segera setelah mandi untuk mengunci kelembapan.

Selain penggunaan obat topikal, psoriasis juga dapat ditangani dengan terapi sinar (fototerapi). Terapi ini menggunakan sinar alami maupun sinar ultraviolet buatan. Cara termudah dan paling sederhana adalah fototerapi dengan memaparkan kulit pada cahaya matahari. Paparan UV dari sinar matahari maupun sinar buatan dapat memperlambat proses pergantian kulit dan mengurangi sisik serta inflamasi. Namun, perlu diingat bahwa berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu yang terlalu lama dapat memperburuk keadaan kulit. Sebelum memulai cara ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit.

Cara terakhir adalah dengan pengobatan sistemik baik secara oral maupun injeksi. Apabila Anda memiliki psoriasis yang berat dan resistan terhadap terapi topikal yang sudah digunakan, dokter kulit Anda mungkin akan merekomendasikan obat-obatan sistemik. Namun, hati-hati karena pengobatan sistemik memiliki efek samping yang lebih besar. Pengobatannya dapat berupa retinoid sistemik yang memiliki efek samping kerontokan rambut, metotreksat untuk mengurangi produksi sel kulit dan menekan proses inflamasi tetapi memiliki efek samping mual dan tidak nafsu makan. Hati-hati pada penggunaan jangka panjang karena dapat menimbulkan kerusakan hati dan menurunkan produksi sel darah. Siklosporin dapat menekan sistem imun seperti metotreksat, tetapi hanya dapat digunakan dalam jangka pendek karena meningkatkan risiko infeksi, masalah jantung, kenaikan tekanan darah, dan kanker. Obat-obatan lain yang juga dapat mengganggu sistem imun antara lain etanercept, infliximab, adalimumab, ustekinumab, golimumab, apremilast, secukinumab, dan ixekizumab. Obat-obatan ini dikemas dalam bentuk injeksi dan biasanya diberikan pada pasien dengan psoriasis artritis.

Pemilihan obat-obatan psoriasis bergantung pada jenis dan keparahan psoriasis, serta area kulit yang terkena. Pada awalnya akan digunakan pengobatan yang paling ringan, berupa pengobatan topikal dan fototerapi dengan sinar UV. Anda juga dapat mempercepat pemulihan kulit dengan mandi secara teratur untuk membantu mengurangi sisik dan menenangkan inflamasi kulit. Saat berendam, tambahkan bath oil atau garam Epsom pada air. Hindari penggunaan air panas dan sabun yang keras. Gunakan pelembap setelah mandi, gunakan pelembap dengan tekstur yang pekat untuk mengunci kelembapan. Kontrol paparan kulit Anda terhadap sinar matahari, paparan yang berlebihan dapat memicu atau bahkan memperburuk keadaan kulit, serta meningkatkan risiko kanker kulit. Temukan pemicu psoriasis Anda dan hindari pemicu psoriasis sebisa mungkin. Batasi konsumsi alkohol karena dapat menurunkan efektivitas beberapa pengobatan psoriasis.

 

Sumber: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/default.htm

Oleh: dr. Madelina Serenita