Perlukah Skin Care untuk Si Kecil?

10 Mar 2021 | Kecantikan dan Kelainan Kulit | Kesehatan Anak

Banyaknya pilihan produk perawatan kulit untuk anak sering kali membingungkan orang tua dalam memilih dan memilah mana produk esensial yang diperlukan. Apakah anak saya butuh sabun hipoalergenik atau sabun bayi biasa saja cukup? Apakah anak saya butuh losion pelembab badan? Dan berbagai “apakah” lainnya membuat urusan memilih produk semakin runyam. Sebenarnya, bagaimana cara memilih produk yang tepat dan bermanfaat untuk anak? Tidak seperti kulit orang dewasa yang cenderung bermasalah serta membutuhkan banyak produk perawatan, kulit bayi dan anak pada umumnya sehat sehingga tidak perlu banyak produk perawatan, cukup dijaga agar tetap bersih dengan berbagai cara yang simpel. Paparan banyak produk justru dapat menimbulkan masalah pada kulit anak, karena kulit anak sensitif dan mudah bereaksi terhadap bahan kimia yang terkandung dalam produk kulit. 

Produk perawatan dasar yang dibutuhkan bayi hanya dua, yaitu sabun dan sampo. Produk yang digunakan sebaiknya didesain khusus untuk bayi. Lebih baik memilih produk yang tidak terlalu wangi atau bahkan tanpa parfum, karena sering kali kandungan parfum memicu timbulnya alergi, iritasi, dan eksim pada kulit bayi. Hindari juga penggunaan bedak pada bayi, karena partikel halus dari bedak dapat terhirup bayi dan justru menimbulkan masalah pernapasan, disamping efeknya pada kulit tidak terlalu bermakna. Beberapa orang tua beranggapan bedak dapat menjaga bayi tetap kering dan mengatasi masalah ruam akibat popok basah, tetapi banyak alternatif lain yang lebih aman untuk mengatasi kedua masalah tersebut. Lebih baik mengeringkan bayi Anda dengan handuk yang lembut kemudian mengganti bajunya yang basah untuk menjaga bayi tetap kering. Masalah ruam akibat popok basah dapat diatasi lebih baik dengan cara membasuh bokong yang basah dengan air bersih (bukan tisu basah), dikeringkan dengan handuk lembut kemudian mengganti popok secepat mungkin dan mengaplikasikan krim khusus ruam popok pada area ruam.

Perawatan kulit pada anak juga mirip dengan perawatan bayi. Bedanya, anak yang lebih besar lebih banyak beraktivitas ketimbang bayi, sehingga harus mandi minimal dua kali sehari untuk menjaga kebersihan. Saat beraktivitas di luar ruangan, ada baiknya Anda mengaplikasikan tabir surya pada anak, 15 menit sebelum keluar rumah, untuk mencegah kerusakan kulit akibat terbakar matahari. Penggunaan losion hanya bila terindikasi, misalnya kulit anak sangat kering hingga mengelupas, atau pada musim dingin dimana udara sangat kering, atau bila dianjurkan dokter untuk mengatasi masalah kulit seperti eksim. 

Poin penting lainnya yang perlu dicatat adalah hindari produk-produk yang mengandung bahan kimia berbahaya, misalnya:

  • Paraben, formalin, dan turunannya (quaternium-15, DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, polioksimetilen urea, natrium hydroxymethylglycinate, 2-bromo-2-Nitropropane-1,3-diol (bromopol), dan glyoxal) berfungsi sebagai pengawet produk, tapi dapat berisiko menimbulkan gangguan reproduksi, gangguan hormon, iritasi kulit, dan kanker.
  • Polietilen glikol berfungsi untuk membuka pori-pori kulit dan mempermudah masuknya produk kulit, tetapi zat ini mungkin bersifat karsinogenik. Zat ini banyak terkandung dalam tisu basah bayi.
  • 1.4-diaoxane berfungsi untuk menghasilkan busa dari produk. Senyawa ini dicurigai bersifat karsinogenik atau memicu kanker.
  • Benzophenon dan turunannya (oxybenzone, sulisobenzone, sulisobenzone natrium, benzophenon-2 (BP2), dan oxybenzone ) merupakan kandungan pada tabir surya anak, tetapi zat ini dikhawatirkan memiliki efek memicu kanker, gangguan endokrin, dan masalah perkembangan. Lebih baik pilih tabir surya yang mengandung titanium dioxide atau non-nanoized zinc oxide. 

 

Sumber: https://practicaldermatology.com/articles/2019-aug/guiding-parents-through-a-safe-and-effectivepediatric-skincare-routine

Oleh: dr. Stephanie