Perlukah Penderita Hipertensi Melakukan Latihan Fisik?

04 Oct 2021 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Jantung dan Pembuluh Darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang sudah sering kita dengar. Penyakit ini mematikan secara diam-diam karena kadang tidak timbul gejala dan tiba-tiba sudah menimbulkan komplikasi yang berat. Hipertensi dinyatakan bila tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg. Pemeriksaan ini dilakukan pada saat pasien istirahat atau tenang.

Penelitian menyatakan bahwa dengan melakukan latihan fisik secara reguler akan bermanfaat baik untuk pencegahan maupun untuk pengobatan tekanan darah tinggi. Hal ini akan memicu terjadinya penurunan berat badan, penurunan risiko penyebab kematian serta penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Latihan aerobik dapat menurunkan tekanan darah hingga 3,5 mmHg.

Latihan fisik secara reguler walau dengan intensitas dan durasi yang rendah tetap saja bermanfaat untuk kesehatan. Suatu penelitian menyatakan bahwa terjadi penurunan angka kematian sebesar 20% setelah seseorang melakukan latihan fisik ringan yang rutin. Namun tentu saja, sebaiknya sebelum kita melakukan latihan fisik ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Apalagi pada orang dengan tekanan darah tinggi. Walaupun sebenarnya latihan fisik adalah suatu kegiatan yang aman bagi mayoritas orang, ada kemungkinan kecil risiko terjadinya komplikasi pada kardiovaskular terutama pada orang-orang yang biasa hidup sedentair alias tidak aktif bergerak.

Bila telah melalui pemeriksaan fisik dan dinyatakan aman untuk melakukan latihan fisik, sebaiknya orang dengan tekanan darah tinggi melakukan latihan fisik secara bertahap. Jangan langsung melakukan latihan dengan intensitas yang berat dan durasi yang lama. Hal ini akan membuat orang tersebut kapok dan juga ada bahaya tertentu yang mengintai. Kemajuan perlu dievaluasi setelah 2 hingga 4 minggu latihan. Peningkatan durasi latihan diikuti dengan peningkatan frekuensi dan intensitas latihan perlu dipertimbangkan. Namun, jangan langsung menaikkan ketiganya karena akan sangat membebani. Kemajuan latihan fisik dilakukan sesuai dengan kemampuan individu dan toleransi latihan.

Kombinasi latihan fisik yang rutin, menjaga asupan makan yang bergizi dan rendah garam serta konsumsi obat dengan teratur niscaya akan menghasilkan pengobatan yang terbaik.

Referensi :

Tips on Older Adult Exercise & Where to Begin | Universal [Internet]. Universal Athletic Club. 2019 [cited 15 November 2019]. Available from: https://www.universalathleticclub.com/blog/4-steps-starting-exercise-older-adults/

Oleh: dr. Marco Ariono