Penyebab Kedutan Pada Mata

11 Aug 2020 | Kesehatan Mata

Kedutan di mata merupakan keluhan yang cukup sering terjadi. Kedutan merupakan kontraksi otot secara halus yang tidak disadari dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Gejala ini seringkali hanya terasa sementara dan tidak mengganggu. Namun ada kalanya gejala ini tidak hilang berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sehingga mengganggu kehidupan seseorang. Kedutan mata lebih sering terjadi di salah satu kelopak mata, bisa kelopak atas ataupun bawah. Apa saja penyebab kedutan pada mata?

  1. Stres
    Stres merupakan faktor penyebab utama kelopak mata berkedut.
  1. Lelah
    Lelah yang dimaksud ketika anda tidak memiliki waktu tidur yang cukup yaitu kurang dari 6 hingga 8 jam sehari.
  1. Kafein
    Kafein adalah perangsang sistem saraf pusat pada manusia sehingga dapat menghilangkan rasa kantuk. Minuman yang mengandung kafein adalah kopi, teh dan beberapa minuman bersoda. Kafein yang berlebihan dapat memicu kedutan pada kelopak mata.
  1. Alkohol
    Bir, wine, dan minuman lain yang mengandung alkohol juga dapat memicu terjadinya kedutan pada mata.
  1. Mata Kering
    Masalah mata kering memang sering terjadi di kalangan masyarakat. Mata kering dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin A, pemakaian lensa kontak, usia lanjut, obat-obatan tertentu dan keadaan sistemik lainnya.
    Seringkali mata kering menyebabkan kedutan pada mata dan akan hilang ketika masalah mata kering teratasi.
  1. Mata tegang
    Tegangnya mata disebabkan oleh pemakaian mata yang berlebihan seperti membaca, menonton dan lainnya. Mata tegang juga akan lebih cepat terjadi jika seseorang menggunakan perangkat-perangkat elektronik. Untuk mengatasi hal ini, mata perlu diistirahatkan dengan cara melihat jauh (kurang lebih 6 meter) selama 20 detik setiap 20 menit penggunaan mata.
  1. Masalah Nutrisi
    Kekurangan beberapa nutrisi seperti magnesium dapat memicu kontraksi pada otot dan dapat menyebabkan kedutan pada kelopak mata. Jika ingin restriksi makanan cobalah untuk konsultasi ke dokter ahli gizi terlebih dahulu untuk disesuaikan dengan porsi tubuh masing-masing.
  1. Alergi
    Gejala-gejala alergi berupa mata gatal, berair dan bengkak. Gerakan refleks seseorang untuk mengucek atau menggosok mata menyebabkan beberapa zat mediator alergi masuk ke ruang kelopak mata sehingga menyebabkan kedutan.

Kedutan mata tidak membahayakan dan tidak menyebabkan masalh penglihatan namun dapat menjadi salah satu tanda dari penyakit lainnya. Penanganan kedutan disesuaikan oleh penyebab yang mendasari. Jika kedutan tidak hilang selama berbulan-bulan, coba untuk konsultasikan ke dokter ahli mata untuk penanganan lebih lanjut.

 

Referensi:

https://www.allaboutvision.com/en-in/conditions/eye-twitching/

https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/how-to-stop-eye-twitching

Miller, N. R. (2011). Eyelid Myokymia. Survey of Ophthalmology, 56(3), 277–278.

Oleh: dr. Edwin Tan