Pemasungan Orang Dengan Gangguan Jiwa Bukanlah Solusi

21 Feb 2022 | Otak dan Saraf | Kesehatan Mental

Di Indonesia banyak sekali penderita gangguan penyakit jiwa mengalami pemasungan, khususnya untuk para penderita gangguan skizofrenia. Dari data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 disebutkan 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat penderita skizofrenia. Apabila di Indonesia terdapat 69 juta rumah tangga, penderita skizofrenia mencapai angka 480.000 penderita atau hampir setengah juta jiwa. Kondisi saat ini ribuan penderita skizofrenia mengalami pemasungan yang bahkan dilakukan oleh pihak keluarganya sendiri.

Seperti yang terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Zaenab seorang janda asal Kricak berusia lanjut yaitu 80 tahun hanya tinggal berdua dengan anaknya yang bernama Harsono. Sebenarnya anak dari Zaenab ada 6 orang, namun 5 yang lainnya tinggal di rumah yang berbeda. Tetapi kondisi Harsono yang mengalami gangguan skizofrenia membuat Zaenab yang sudah lansia masih harus merawat Harsono. Awalnya Zaenab sudah sempat mencari akses layanan pemerintah untuk mendapatkan bantuan kesehatan untuk Harsono, dan akhirnya Harsono bisa mendapatkan obat – obatan secara gratis dari rumah sakit, tetapi hal itu hanya dapat terjadi dengan satu syarat, yaitu Harsono harus hadir di rumah sakit untuk mendapatkan obatnya. Hal ini dirasakan sulit untuk Zaenab karena kondisi dirinya yang sudah lansia dan kondisi ekonomi tidak seberapa. Pada akhirnya Harsono pun tidak dapat melanjutkan program pengobatannya, dan kelima saudara kandung lainnya tidak bersedia merawat Harsono.

Ada pula yang terjadi di Cianjur, yaitu Elis beruda 38 tahun, selama sebulan terakhir dia diletakkan di dalam kurungan terbuat dari bambu dan kayu berukuran 1,5 m x 1,5 m x 1,5 m di samping rumahnya di dekat kandang kambing. Hal ini terpaksa dilakukan oleh ibunya yang bernama Euis, karena sebelumnya Elis pernah menyerang warga sekitar.Menurut dia ini adalah cara terbaik selama dia masih memandikan dan memberi makan.

Sebenarnya untuk menanggulangi pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa, pemerintah melalui Menteri Kesehatan telah membuat Peraturan Menteri Kesehatan tentang Penanggualangan Pemasungan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa. Peraturan tersebut telah terbit tahun 2017 yaitu Permenkes RI No. 54 Tahun 2017. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin hak asasi manusia untuk para penderita gangguan jiwa. Tetapi oleh karena pelayanan kesehatan untuk para penderita gangguan jiwa yang masih jauh dari optimal, pemasungan yang dilakukan oleh keluarga pun masih kerap terjadi. Penanggulangan untuk masalah ini perlu koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga masyarakat. Selain itu pemahaman atau stigma yang ada di masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa juga perlahan – lahan perlu diubah. Stigma ini tidak hanya terdapat pada masyarakat, melainkan juga terdapat pada para pengambil kebijakan. Para penderita gangguan jiwa perlu mendapatkan perhatian lebih untuk mencapai bonus demografi dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Oleh: dr. Alfonso Haris Setia