Payudara Terasa Nyeri? Kenali Tanda-Tanda Mastitis!

20 Mar 2021 | Infeksi | Kesehatan Wanita dan Ibu Hamil | Bedah

Belakangan ini viral tentang seorang model yang mengalami mastitis akibat filler payudara. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan mastitis? Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara. Kasus ini umumnya lebih sering ditemukan pada ibu yang sedang menyusui akibat adanya penumpukan air susu ibu (ASI) pada jaringan payudara.

Namun, tahukah kamu wanita yang sedang tidak menyusui, bahkan laki-laki pun ternyata bisa mengalami mastitis? Hal ini bisa saja dipengaruhi beberapa faktor seperti kebiasaan merokok (toksin dalam tembakau dapat merusak jaringan payudara), luka pada puting (tindik puting atau penyakit kulit seperti eksim), prosedur/tindakan pembesaran payudara, sistem imun yang lemah akibat penyakit tertentu (penderita diabetes), atau kebiasaan mencukur/mencabut rambut yang tumbuh di sekitar puting.

Peradangan jaringan payudara tersebut dapat terjadi baik dengan adanya infeksi atau tanpa infeksi. Pada peradangan tanpa infeksi, penyebab umumnya adalah penumpukan/stasis ASI. Namun, peradangan akibat stasis ASI tersebut juga dapat berkembang lebih lanjut hingga terjadi infeksi. Pada kasus peradangan dengan infeksi, umumnya terdapat luka pada kulit atau puting sehingga bakteri, biasanya Staphylococcus aureus, dapat masuk kemudian menginfeksi jaringan sekitar.

Apa saja tandanya?

  • Kulit payudara tampak kemerahan, teraba hangat dan nyeri
  • Payudara bengkak sehingga dapat tampak lebih besar dari sisi lainnya
  • Terdapat luka kecil pada puting atau kulit payudara
  • Gatal pada area payudara dan sekitarnya
  • Rasa terbakar yang dirasakan terus-menerus atau muncul saat sedang menyusui
  • Demam dan lemas
  • Apabila sudah terjadi komplikasi, dapat terbentuk abses (umumnya terdapat benjolan yang teraba nyeri)

Apa saja faktor risikonya?

  • Puting pecah-pecah atau luka
  • Ibu menyusui terutama pada minggu pertama setelah melahirkan
  • Ibu yang menyusui hanya dengan satu payudara
  • Tekanan pada payudara ketika mengenakan sabuk pengaman
  • Penggunaan bra yang terlalu ketat atau sempit
  • Kelelahan yang berlebihan dan stres
  • Riwayat mastitis sebelumnya
  • Kebiasaan merokok

Apa yang bisa Anda lakukan?

  • Istirahat dan konsumsi air yang cukup
  • Kompres hangat untuk meredakan rasa nyeri
  • Konsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam
  • Bagi ibu menyusui, lanjutkan menyusui
  • Mulai menyusui dengan payudara yang terasa nyeri terlebih dahulu
  • Pijat lembut payudara untuk memperlancar ASI
  • Perah ASI di sela-sela antara waktu menyusui
  • Hindari menggunakan pakaian ketat

Bila Anda mengalami tanda-tanda seperti yang telah disebutkan, Anda dapat memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter. Dokter umumnya akan menanyakan lebih dalam tentang keluhan yang Anda alami dan melakukan pemeriksaan secara lebih detail untuk menegakkan diagnosis. Tatalaksana mastitis bervariasi sesuai dengan penyebab dan kondisi masing-masing pasien, dapat berupa obat-obatan (antibiotik, anti nyeri, atau penurun demam) hingga tindakan bedah.

 

Sumber:

  1. https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/17/133000523/efek-samping-dan-risiko-filler-payudara-yang-dilakukan-monica-indah?page=all
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/breast-abscess
  3. https://www.healthline.com/health/mastitis
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6092150/
  5. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mastitis/symptoms-causes/syc-20374829
  6. https://www.nhs.uk/conditions/mastitis/
  7. https://www.webmd.com/women/guide/breast-infection
Oleh: dr. Ingrid Julia