Omeprazole: Kawan atau Lawan?

13 Jul 2020 | Hati dan Saluran Cerna | Kelainan Darah

Sebagian besar penderita maag sudah familiar dengan obat jenis omeprazole sebagai salah satu obat yang diminum di kala nyeri ulu hati kumat. Obat tersebut terbilang efektif dan efeknya cepat untuk meredakan keluhan maag yang mengganggu. Namun tahukah Anda bahwa dibalik kemampuannya meredakan nyeri ulu hati menyimpan suatu efek samping yang perlu diperhatikan?

Omeprazole merupakan obat yang bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung dengan mencegah ion hidrogen dikeluarkan ke dalam lambung. Obat ini dapat mengurangi nyeri pada ulu hati akibat radang lambung atau tukak lambung. Omeprazole memiliki teman "-prazole" lainnya seperti lansoprazole, pantoprazole, dan esmoprazole. Omeprazole mudah didapatkan serta memiliki harga yg relatif terjangkau. Omeprazole dapat diberikan secara diminum atau suntikan. Bila obat diminum maka dianjurkan untuk dikonsumsi paling tidak 30 menit sebelum makan agar didapatkan efektvitas yg baik. Omeprazole dimetabolisme oleh hati agar menjadi zat yang aktif di dalam lambung.

Fungsi omeprazole dalam menekan produksi asam lambung dapat menimbulkan efek samping khususnya pada penggunaan jangka panjang. Perlu diingat bahwa asam lambung merupakan salah satu enzim pencernaan yang amat penting peranannya dalam mencerna makanan, penyerapan berbagai nutrient, serta proteksi saluran cerna terhadap kuman yang masuk lewat makanan. Oleh karena itu, salah satu dampak yang ditimbulkan pada penggunaan omeprazole jangka panjang yaitu mengalami kekurangan vitamin B12. Hal ini disebabkan efek penurunan asam lambung menyebabkan penurunan penyerapan vitamin B12 di usus. Defisiensi vitamin B12 dapat menyebabkan terjadinya penurunan pembentukan sel darah merah atau anemia. Selain itu, defisiensi zat besi juga dapat terjadi dikarenakan gangguan penyerapan zat besi dari makanan, yang terjadi pada kondisi asam lambung yang ditekan. Kondisi demikian juga dapat berakibat sebagai anemia defisiensi besi. Efek samping lainnya pada penggunaan jangka panjang omeprazole dapat meningkat risiko terjadinya infeksi paru, dan bahkan gagal ginjal.

Setelah mengetahui berbagai efek samping yang telah dituliskan diatas, hendaknya Sobat BD bersikap bijak dalam mengkonsumsi obat ini. Jika memang keluhan maag tidak kunjung mereda atau terlalu sering kambuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Anda, ketimbang hanya mengkonsumsi omeprazole dan obat sejenisnya dalam jangka panjang.

 

Referensi:

  1. Loscalzo J, Jameson JL, Kasper DL, Longo DL, Fauci AS, Hauser SL. Harrison Principles Internal Medicine.20 ed. McGraw-Hill;2018.
  2. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed ke-6. Jilid II. Jakarta: Interna Publishing;2014.
Oleh: dr. Irvan Cahyadi