Nyeri Perut Setelah Makan Berlemak? Waspada Batu Empedu!

01 Dec 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Hati dan Saluran Cerna

Di suatu acara undangan pernikahan, “Pak, perut Ibu sakit banget di sebelah kanan!” kata istri kepada suaminya. “Ibu kenapa? Sakit banget Bu?” tanya sang suami. “Arrrgghhh…. Iya, sakit sekali!” jawab Ibu tersebut. Sakit perut di sebelah kanan yang terasa sangat menyakitkan dapat terjadi akibat adanya batu pada saluran empedu. Apa saja gejala lain yang dapat ditemukan? Yuk, kita bahas mengenai penyakit batu empedu!

Empedu merupakan kantung yang berguna untuk menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Cairan empedu mengandung kolesterol. Batu empedu dapat terjadi akibat pembentukan kristal berukuran kecil pada empedu. Kristal tersebut mengandung kolesterol yang tidak larut di dalam cairan empedu. Kristal yang semakin banyak terbentuk kemudian bersatu membentuk batu pada kantung empedu. Siapa saja yang lebih berisiko mengalami batu empedu? Wanita dan orang-orang berusia lebih dari 40 tahun umumnya memiliki risiko yang lebih tinggi. Selain itu, wanita hamil, orang dengan obesitas, penyakit autoimun yang mengenai sel darah merah, dan sering mengonsumsi antibiotik seperti ceftriaxone secara sembarangan juga berisiko mengalami batu empedu.

Sebagian besar kasus batu empedu tidak menunjukkan gejala. Keluhan akibat batu empedu dapat muncul saat batu tersebut menyumbat saluran keluar cairan empedu, yaitu nyeri pada perut kanan atas atau nyeri ulu hati. Nyeri dirasa mendadak terutama setelah makan banyak atau makan yang mengandung lemak. Nyeri dirasa seperti melilit dan dapat menjalar ke bahu kanan atau area punggung. Nyeri dapat bertahan lebih dari 30 menit. Namun, perlu diketahui bahwa nyeri perut kanan atas atau nyeri ulu hati dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti peradangan hati, peradangan kelenjar liur perut, atau peradangan lambung. Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan tersebut. Pemeriksaan USG perut dapat dilakukan untuk mencari adanya batu empedu. Pemeriksaan USG memiliki keterbatasan terutama pada orang dengan lemak perut yang tebal sehingga penilaian terhadap kantung empedu menjadi sulit. Pada kasus tersebut, dapat dilakukan pemeriksaan CT scan perut.

Nyeri akibat batu empedu yang dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti infeksi pada kantung empedu dengan gejala demam dan nyeri perut kanan atas. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya batu empedu yaitu mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak serta mengurangi berat badan. Penanganan yang dapat dilakukan yaitu pemberian obat untuk mencegah bertambahnya ukuran atau pengangkatan kantung empedu. Obat diberikan bila ukuran batu termasuk dalam kategori kecil.

 

Sumber:

  1. Loscalzo J, Jameson JL, Kasper DL, Longo DL, Fauci AS, Hauser SL. Harrison Principles Internal Medicine.20 ed. McGraw-Hill;2018.
  2. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed ke-6. Jilid II. Jakarta: Interna Publishing;2014.
  3. https://mediaindonesia.com/read/detail/143361-tanda-tanda-anda-mengalami-batu-empedu
Oleh: dr. Irvan Cahyadi