Mengenal Sinkop atau Pingsan dan Penyebabnya

25 Nov 2021 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Otak dan Saraf | Jantung dan Pembuluh Darah

Sinkop, atau sering dikenal dalam bahasa awam sebagai pingsan, merupakan sebutan pada kasus kehilangan kesadaran dan keseimbangan sementara akibat menurunnya aliran darah ke otak.

Secara umum, sinkop dapat disebabkan oleh 5 keadaan di bawah ini :

1.     Sinkop Vagal

Sinkop vagal disebabkan oleh penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Umumnya dipicu oleh emosi tinggi, nyeri hebat, atau berdiri lama dalam kondisi panas dan sesak. Pasien biasanya sedang dalam posisi berdiri sebelum mengalami sinkop. Didahului dengan perasaan kepala ringan, pengelihatan gelap bertahap, telinga berdenging, hingga mual dan muntah. Gejala dapat hilang jika pasien dibaringkan, namun dapat berlanjut hingga penurunan kesadaran dan terjatuh bila tetap dalam posisi berdiri. Pada pemeriksaan, pasien tampak pucat dan berkeringat, tekanan darah dan nadi rendah.

2.     Sinkop Situasional

Sinkop situasional didahului oleh peristiwa khusus. Misalkan, beberapa pria dapat mengalami penurunan kesadaran saat bangun di malam hari untuk berkemih. Beberapa orang lagi dapat mengalami sinkop saat batuk, mengedan, mengangkat barang atau tertawa. Penurunan kesadaran biasanya berlangsung tiba-tiba namun segera membaik.

3.     Hipotensi Postural

Pada beberapa orang, bangkit ke posisi berdiri dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah dan sinkop. Hal ini bisa normal terjadi terutama pada remaja, namun dapat juga disebabkan oleh kondisi medis seperti kelainan saraf dan hormon, serta konsumsi obat-obatan tertentu

4.     Sinkop akibat Kelainan Jantung

Sinkop akibat kelainan jantung terjadi sangat mendadak. Perbedaannya dengan sinkop vagal, sinkop jenis ini terjadi tanpa gejala pendahulu dan pasien tidak selalu dalam keadaan berdiri sebelum serangan muncul. Pasien biasanya pucat, namun cepat hilang dengan pemberian cairan atau setelah dibaringakan. Dapat muncul gerakan seperti kejang, atau mengompol, namun segera membaik. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk observasi dengan EKG untuk mengetahui apakah ada kelainan jantung yang mendasari

5.     Penyakit sinus karotis

Sinus karotis terletak di leher kanan dan kiri bagian atas. Pada orang yang sensitif, memijat daerah ini, atau menengok terlalu cepat saat mengenakan baju dengan kerah yang ketat dapat memicu respon sinus karotis dan menyebabkan penurunan tekanan darah, diikuti dengan sinkop.

Sinkop atau pingsan dapat merupakan hal yang normal, namun juga bisa disebabkan oleh penyakit yang kompleks. Saat bertemu pasien sinkop, hal yang perlu dilakukan adalah baringkan dengan letak kepala lebih rendah dari kaki, berikan minum, kemudian dapat dibawa ke layanan kesehatan terdekat untuk dilakukan observasi dan penanganan lebih lanjut.

 

Sumber :

1.     Mahinda Yogarajah. Crash Course Neurology. 2013. Elsevier

2.     Wishwa Kapoor. Syncope. 2000. New England Journal Medicine

Oleh: dr. Alifa Taqqiya