Memasuki Usia Lanjut: Lindungi Diri Dengan Vaksinasi Berikut!

14 Jul 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Lansia

Usia tua merupakan usia yang cukup rentan. Dengan peningkatan usia harapan hidup, populasi usia lanjut di dunia (berusia di atas 60 tahun) diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 2 kali pada tahun 2050 (sekitar 2,1 miliar orang). Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan-perubahan dalam hampir seluruh sistem tubuh. Sistem imun tubuh pada usia lanjut umumnya mengalami penurunan. Perlindungan dari vaksin pada masa kecil umumnya telah menurun seiring dengan berjalannya waktu. Akibatnya, insidensi dan keparahan penyakit pada usia lanjut meningkat. Hal ini merupakan salah satu masalah yang dapat memberikan sekuele jangka panjang seperti gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mudahnya lanjut usia jatuh dalam kondisi rentan (frailty), dan ketergantungan.

Vaksinasi merupakan cara paling efektif dalam mencegah infeksi pada usia lanjut. Setiap negara memiliki rekomendasi berbeda terhadap jenis vaksinasi yang sebaiknya dilakukan. Beberapa vaksinasi yang direkomendasikan pada populasi usia lanjut yaitu:

Vaksin Influenza

Tahukah Anda bahwa di Amerika sekitar 12.000-56.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat influenza. Infuenza memang terdengar tidak berbahaya secara umum, namun hal ini dapat berbahaya bagi usia lanjut. Vaksinasi influenza umumnya terdiri dari tiga strain yaitu A/H1N1, A/H3N2, dan B) berdasarkan pengaturan dari World Health Organization (WHO). Vaksin ini dapat memberikan perlindungan terhadap virus influenza tersebut selama 1 tahun sehingga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi ulangan setiap tahun.

Vaksin Pneumococcal

Berbeda dengan usia anak, pada usia lanjut, pneumokokus merupakan penyebab utama infeksi paru pada penyakit pneumonia (community-acquired pneumonia / CAP) yang sangat sering terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini dapat tertular dari anak ke orang dewasa dan sebaliknya. Terdapat dua macam vaksinasi terhadap pneumokokus yaitu polisakarida 23-valen dan konjugat 13-valen, dengan rekomendasi pemberian berbeda-beda setiap tempat.

Vaksinasi Herpes Zoster atau Shingles

Virus varicella zoster (varicella zoster virus / VZV) selain dapat menyebabkan penyakit cacar air pada infeksi primer (chickenpox/varicela), virus ini juga dapat menyebabkan penyakit shingles (cacar api/cacar ular). Hal ini terjadi akibat virus yang dorman (tinggal di tubuh dalam kondisi tidak aktif) setelah terinfeksi pertama kali (varicella) kemudian menjadi aktif kembali (menjadi cacar ular/cacar api). Penderita shingles dapat menularkan virus ini pada orang lain sehingga dapat menyebabkan varicella pada orang yang belum pernah terinfeksi dan menjadi shingles pada orang yang telah terinfeksi. Virus ini menjadi lebih berbahaya bila menyerang orang dewasa dan ibu hamil.

Vaksin Tetanus, Difteri, dan Pertusis (Tdap)

Pada usia lanjut, umumnya konsentrasi antibodi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis telah mengalami penurunan. Vaksinasi Tdap dapat melindungi diri dari tiga jenis penyakit seperti tetanus, difteri, dan pertusis (whooping cough). Meskipun pertusis lebih ringan bila menyerang orang dewasa dibandingkan anak-anak, namun penderita dewasa dapat menularkan pada anak-anak sehingga dapat sangat berbahaya bila tertular pada bayi baru lahir atau anak-anak.

Selain vaksin-vaksin di atas, the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi pada orang dewasa termasuk lansia dengan panduan seperti pada tabel di bawah ini:

Oleh: dr. Devina Ciayadi