Masih Ada Gejala Setelah Sembuh COVID-19? Cari Tahu Tentang Long COVID!

15 Apr 2021 | COVID-19 | Infeksi | Lansia | Penyakit Paru

Pasien 01 dan 02 COVID-19 di Indonesia sudah sembuh sejak satu tahun silam. Namun, pasien 02 mengaku masih mengalami dampak dari infeksi COVID-19 tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya kerap kali mudah lelah meskipun hanya melakukan aktivitas santai. (Kompas.com, 1/3/2021). World Health Organization (WHO) juga mengklaim adanya gejala jangka panjang dari COVID-19, yang sering disebut dengan istilah Long COVID. Dikatakan Long COVID karena sebetulnya secara perjalanan penyakit, infeksi COVID-19 sudah selesai, tetapi gejala masih dirasakan lebih dari empat minggu.

Memang setiap individu membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mengalami pemulihan. Menurut data WHO, 35% dari pasien yang sudah sembuh dari infeksi COVID-19 masih mengeluhkan beberapa gejala 2-3 minggu setelahnya. Gejala yang paling sering dikeluhkan meliputi mudah lelah, sesak napas, batuk, hidung tersumbat, dan kemampuan menghidu menurun. Gejala yang lebih jarang terjadi meliputi dada berdebar, sulit konsentrasi atau mengingat sesuatu, insomnia, sakit kepala, nyeri dada, dan nyeri perut. Gejala dapat tetap dirasakan dari hitungan minggu sampai beberapa bulan setelahnya. Umumnya 12 minggu, namun ada beberapa pasien yang mengalaminya lebih lama. 20% pasien berusia 18-34 tahun juga mengaku mengalami Long COVID ini, meskipun mereka hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala. Namun, WHO juga menyatakan pasien yang mengalami Long COVID, tidak lagi menularkan orang lain. Beberapa faktor risiko yang diketahui menyebabkan gejala COVID-19 memanjang meliputi tekanan darah tinggi, obesitas, dan gangguan kesehatan mental.

Penelitian oleh Lopez-Leon, peneliti dari Amerika Serikat menyatakan bahwa hasil CT Scan dada 35% pasien masih memberikan gambaran abnormal bahkan 60-100 hari setelah infeksi. Saat ini informasi mengenai Long COVID masih sangat terbatas. Masih perlu waktu untuk mengetahui lebih lanjut mengapa Long COVID dapat terjadi, pengaruhnya terhadap status kesehatan seseorang, pencegahan, dan bagaimana pemulihan totalnya. Maka dari itu, protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) tetap perlu dilakukan. Hindari keramaian jika tidak ada keperluan penting dan mendesak. Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala COVID-19 atau jika anggota keluarga ada yang terinfeksi COVID-19.

 

Sumber:

Oleh: dr. Riyanti Teresa Arifin