Manfaat Berenang untuk Bayi

12 Nov 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Kesehatan Anak

Salah satu tren dalam perawatan bayi saat ini adalah terapi akuatik dengan berenang. Pemandangan bayi berpipi tembam dengan ban renang memang lucu dan menarik untuk difoto serta dipajang di media sosial. Namun, apakah berenang betul-betul bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi?

Sebuah penelitian di Australia yang melibatkan 7000 bayi menyatakan bahwa anak yang dibiasakan berenang sejak bayi memiliki keunggulan perkembangan fisik dan mental dibandingkan dengan anak yang tidak berenang. Lebih spesifik, kemampuan membaca, perkembangan bahasa, prestasi akademis, dan pemahaman spasial anak menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan karena berada dalam air memberikan sensasi baru bagi bayi dan mendorong bayi untuk melakukan banyak gerakan dengan seluruh anggota tubuhnya seperti menendang dan mengepakkan tangan, sehingga merangsang pertumbuhan saraf pada otaknya dan meningkatkan komunikasi antara kedua belah otak.

Berenang juga merupakan olahraga yang baik untuk fisik bayi. Berenang dapat merangsang perkembangan sendi serta otot bayi dan perkembangan kemampuan motorik, karena saat berenang bayi harus menegakkan kepala, menggerakkan lengan dan tungkai, serta menyesuaikan gerak badan. Tidak hanya anggota tubuh luar, berenang juga dapat memperkuat organ dalam seperti jantung, paru-paru, otak, dan pembuluh darah.

Tidak hanya fisik bayi, kualitas perkembangan sosial bayi juga dapat meningkat dengan berenang. Rekreasi ke kolam renang atau sekedar berenang di bak mandi dapat menjadi media interaksi yang intim antara orang tua dan anak. Kemampuan adaptasi dalam lingkungan baru juga dapat berkembang dengan berenang karena bayi “dipaksa” untuk mengenali dan membuat dirinya nyaman dalam air. Terdapat pendapat bahwa anak yang dibiasakan berenang sejak dini memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menghadapi situasi sosial maupun masalah.

Bagi bayi yang memiliki masalah sulit tidur dan sulit makan, berenang dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kondisi tersebut. Berenang membutuhkan banyak energi karena bayi melakukan banyak gerakan dan terdapat penggunaan energi tubuh yang ekstra untuk menjaga badan tetap hangat, sehingga bayi cenderung lebih mudah tidur dan memiliki nafsu makan yang meningkat setelah berenang.

Berenang memang memiliki banyak manfaat. Namun, karena dilakukan di dalam air, selalu ada risiko tenggelam, meskipun dalam lingkungan yang kecil seperti bak mandi atau kolam dangkal. Lakukan pencegahan dengan memakaikan pelampung yang sesuai dengan ukuran bayi sehingga tidak dapat terlepas dengan gerakan yang heboh saat di kolam. Orang tua juga harus melakukan pengawasan ekstra dan bayi harus selalu dalam jangkauan orang tua. Selamat bersenang-senang!

 

Sumber: https://www.healthline.com/health/parenting/infant-swimming#improves-cognitive-functioning

Oleh: dr. Stephanie