Lima Tipe Hipertensi Paru. Ini Perbedaannya

12 Aug 2020 | Jantung dan Pembuluh Darah | Penyakit Paru

Hipertensi paru atau pulmonal merupakan tekanan darah tinggi pada arteri paru. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi pulmonal dibedakan menjadi lima tipe. Kelima tipe ini memiliki perbedaan dalam upaya tatalaksana yang diperlukan.

Tipe 1 : Hipertensi arteri pulmonal

Tipe pertama yaitu hipertensi arteri pulmonal. Tipe ini terjadi akibat perubahan pada dinding pembuluh darah arteri paru yang menyempit, mengeras atau menebal sehingga dibutuhkan tekanan yang lebih tinggi untuk memompa darah dari ventrikel kanan menuju paru-paru. Kelainan ini dapat bersifat faktor turunan atau kelainan familial yang berarti kondisi ini berkaitan erat dengan riwayat keluarga yang mengalami kondisi serupa. Penyebab lainnya dapat berupa efek samping obat-obatan tertentu seperti metamfetamin, kelainan jantung bawaan jantung saat lahir (misal bocor sekat jantung), gangguan jaringan ikat autoimun seperti lupus dan skleroderma, komplikasi HIV, dan sirosis hepatis (pengerasan hati).

Tipe 2 : Hipertensi pulmonal akibat bengkak jantung sisi kiri

Jenis ini merupakan hipertensi paru yang paling sering dijumpai, yaitu sebagai konsekuensi dari bengkak jantung. Kondisi bengkak jantung sisi kiri dapat dijumpai pada penderita gangguan katup bocor atau menyempit, kelainan otot jantung, dan penyakit jantung koroner. Hipertensi paru ini terjadi secara pasif dikarenakan adanya gangguan pada pompa jantung kiri yang menyebabkan aliran balik (bendungan) ke aliran darah paru.

Tipe 3 : Hipertensi pulmonal akibat penyakit paru

Jenis ini juga salah satu yang tersering dijumpai dan seringkali disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang merupakan komplikasi tersering dijumpai pada perokok dan lansia. Adanya fibrosis paru, penyakit restriktif paru, mengorok disertai henti napas saat tidur (sleep apnea), kegemukan, dan tinggal di ketinggian dalam waktu lama juga dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi pulmonal tipe ini. Proses perubahan struktur di jaringan paru tersebut akan berdampak pada peningkatan resistensi dari pembuluh darah paru, sehingga konsekuensinya tekanan arteri paru ini akan meningkat.

Tipe 4 : Hipertensi pulmonal akibat bekuan darah di paru secara kronis

Tipe keempat ini terjadi akibat adanya bekuan darah yang terbentuk secara kronik di pembuluh darah paru sehingga membentuk jaringan parut di sistem pembuluh darah paru. Adanya sumbatan dari bekuan darah ini akan menimbulkan resistensi bagi aliran darah paru dan memperberat kerja jantung kanan.

Tipe 5 : Hipertensi pulmonal berkaitan dengan penyakit lain, tetapi belum jelas mekanismenya

Pada hipertensi pulmonal tipe kelima, terdapat penyakit yang mendasari akan tetapi mekanismenya belum jelas. Penyakit yang dimaksud antara lain sarcoidosis, anemia bulan sabit, anemia hemolitik, pasca operasi pengangkatan limpa (splenektomi), dan beberapa gangguan metabolik lainnya.

 

Sumber :

  1. Pulmonary hypertension - Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. [cited 2020 Jan 4]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-hypertension/symptoms-causes/syc-20350697
  2. Staff PHA. Types of Pulmonary Hypertension: The WHO Groups [Internet]. Pulmonary Hypertension Association. [cited 2020 Jan 4]. Available from: https://phassociation.org/types-pulmonary-hypertension-groups/
  3. achaheart.org
  4. templeheart.org
Oleh: dr. Giovanni Jessica