Kolesterol Jahat vs Kolesterol Baik

06 Jul 2020 | Jantung dan Pembuluh Darah | Pemeriksaan Diagnostik

Mendengar kata kolesterol pasti Sobat BD langsung terbayangkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan, gagal ginjal, dan lain-lain. Namun jangan berburuk sangka terlebih dahulu. Ternyata dalam kondisi alamiah, kolesterol merupakan komponen yang diperlukan oleh tubuh selama kandungannya dalam jumlah yang optimal, contohnya berguna bagi pembentukan dinding sel-sel tubuh serta berbagai hormon. Pernahkah Sobat BD mendengar istilah kolesterol jahat dan kolesterol baik? Perlu diketahui bahwa kolesterol terdiri atas banyak jenis disertai dengan berbagai fungsi yang berbeda. Mari kita simak ulasan berikut terkait isu kolesterol ini!

Kadar kolesterol beserta jenisnya dapat diperiksa dengan cukup sederhana yaitu melalui pemeriksaan profil lipid pada sampel darah. Yang termasuk di dalam pemeriksaan profil lipid tersebut antara lain kadar kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high-density lipoprotein (HDL), dan trigliserida (TG). Seperti yang digambarkan dari namanya, LDL dan HDL merupakan jenis kolesterol yang berbeda ditinjau dari aspek densitas dari strukturnya serta dari fungsinya. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat, sedangkan HDL dikenal sebagai kolesterol baik.

LDL identik sebagai kolesterol jahat karena jika jumlahnya terlalu banyak di dalam pembuluh darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. LDL dalam jumlah berlebih akan mengakibatkan penumpukan kolesterol dan proses pengerakan pada dinding pembuluh darah, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan serta sumbatan di berbagai pembuluh darah tubuh. Secara umum, jumlah LDL dikatakan optimal apabila di bawah 100 mg/dL pada orang sehat, dan dikatakan sangat tinggi apabila melebihi 160 mg/dL. Semakin tinggi kadar LDL, maka semakin tinggi pula risiko penyakit janti=ung dan pembuluh darah yang dimiliki seseorang. Kondisi ini akan semakin diperberat apabila seseorang memiliki berbagai faktor risiko jantung lainnya seperti merokok dan hipertensi.

HDL dijuluki kolesterol baik karena komponen ini berperan untuk mengangkut kolesterol yang tercecer di pembuluh darah untuk dibawa kembali ke hati. Dengan demikian kolesterol yang tercecer di pembuluh darah tersebut terdindar dari penumpukan di dinding pembuluh darah. Nilai HDL dikatakan baik jika di atas 60 mg/dL. Berbeda dari kadar LDL,, nilai HDL yang rendah telah diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah di kemudian hari.

Serupa dengan LDL, Trigliserida juga dapat dikatakan sebagai kolesterol jahat. Kadar TG yang tinggi berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Secara umum, kadar TG dikatakan normal jika di bawah 150 mg/dL. Nilai diatas 200 mg/dL perlu untuk mendapatkan perhatian dan terapi lanjut untuk menghindari berbagai komplikasi di kemudian hari.

Nilai kolesterol total secara gamblang menunjukkan kadar berbagai jenis kolesterol yang ada di dalam darah. Semakin tinggi kadar kolesterol total, tentunya berhubungan dengan tingginya kadar berbagai kadar komponen kolesterol di dalam pembuluh darah..

Setelah mengenal berbagai jenis kolesterol ini, Sobat BD dapat dengan bijak menginterpretasikan hasil pemeriksaan profil lipid darah, bukan?!

Oleh: dr. Jessica Zhang