Kenali Tanda Bahaya Diare pada Anak!

16 Mar 2021 | Kesehatan Anak | Hati dan Saluran Cerna | Infeksi

Diare merupakan penyakit yang sering dipandang sebelah mata atau dianggap penyakit ringan sehingga pemeriksaan ke dokter sering tertunda. Padahal pada bayi dan anak, diare yang terlambat ditangani dapat berakibat fatal bahkan sampai mengakibatkan kematian. Kapan orang tua harus membawa anak yang diare ke dokter? 

Akibat yang paling berbahaya dari diare adalah anak dapat mengalami dehidrasi karena pengeluaran cairan berlebihan dari BAB. Kenali tanda-tanda dehidrasi pada anak. Pada dehidrasi ringan dan sedang, kondisi anak masih baik, sadar penuh, masih tampak kehausan dan ingin minum, mata tidak cekung dan masih mengeluarkan air mata saat menangis, BAK lancar, mulut basah, dan kulit masih terasa kenyal. Pada kondisi dehidrasi berat, anak tampak sangat lemas atau bahkan penurunan kesadaran, BAK menurun atau tidak ada sama sekali, mata cekung dan kering saat menangis, tidak ingin minum, kulit tampak kering, tidak segar dan tidak kenyal, serta mulut kering. Pada bayi, ubun-ubun tampak cekung. Jangan tunggu hingga anak mengalami dehidrasi berat, segera bawa anak ke dokter bila anak mengalami gangguan makan dan minum saat diare atau diare dalam jumlah yang sangat banyak dan sering (lebih dari 3 kali sehari). Mungkin anak Anda membutuhkan asupan cairan dari infus untuk memperbaiki kondisi dehidrasinya. 

Selain dehidrasi, perhatikan juga karakteristik dari feses atau kotoran anak. Diare akibat infeksi memiliki ciri-ciri antara lain berdarah, berlendir, berbau busuk atau berbau asam, keluar dengan menyemprot. Anak juga biasanya jadi rewel karena nyeri pada perut. Gejala juga dapat disertai dengan mual, muntah, dan demam. Pada kondisi ini, dibutuhkan perawatan karena pengobatannya membutuhkan antibiotik yang diberikan lewat suntikan atau injeksi. Jangan memberikan obat secara mandiri karena mungkin dapat memicu perburukkan gejala. 

Hindari diare pada anak dengan cara menjaga kebersihan, terutama pada bayi. Pastikan alat untuk membuat susu higienis, dicuci dengan sabun khusus, disterilkan dengan direndam dalam air panas selama 10 menit, dan penyimpanan alat dipisahkan dari alat makan orang dewasa. Pada anak yang berusia lebih tua, ajarkan untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta sesudah menggunakan toilet. Ajarkan juga untuk memilih tempat jajanan yang bersih dan memiliki sumber air baik untuk mencuci alat makannya. Dengan demikian, niscaya anak dapat terhindar dari diare. 

 

Sumber: https://www.healthline.com/health/parenting/signs-of-dehydration-in-toddlers

Oleh: dr. Stephanie