Kenali Berbagai Komplikasi pada Kencing Manis!

12 Jun 2020 | Otak dan Saraf | Jantung dan Pembuluh Darah | Kesehatan Mata | Ginjal dan Saluran Kemih | Diabetes dan Penyakit Tiroid

Kencing manis adalah keadaan jumlah gula di dalam darah yang meningkat akibat kurangnya hormon insulin. Kencing manis dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan. Dasar terjadinya komplikasi pada kencing manis yaitu terjadinya peningkatan jumlah gula darah yang sangat berlebihan serta kerusakan pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah terjadi akibat tingginya gula darah di dalam pembuluh darah dalam jangka waktu yang lama. Secara umum, komplikasi kencing manis dibagi menjadi 2 berdasarkan dasar terjadinya komplikasi kencing manis. Mari kita bahas!

Komplikasi akibat sangat tingginya jumlah gula di dalam darah pada kencing merupakan hal kegawatdaruratan dalam dunia kesehatan. Komplikasi tersebut yaitu diabetik ketoasidosis (DKA) dan hiperglikemia hiperosmolar (HHS). 2 komplikasi ini muncul secara mendadak dengan penurunan kesadaran. 2 hal tersebut dapat dibedakan dari pemeriksaan air seni dan darah. Pada DKA, ditemukan darah yang bersifat asam dan air seni ditemukan keton. Penanganannya perlu dilakukan segera dengan menurunkan gula darah.

Komplikasi pada pembuluh darah dapat mengenai berbagai macan organ. Komplikasi ini dibagi menjadi komplikasi pembuluh darah besar dan kecil. Komplikasi pembuluh darah besar yaitu otak, jantung dan pembuluh darah kaki. Pada otak dapat terjadi stroke penyumbatan, pada jantung dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga menyebabkan serangan jantung dan pada pembuluh darah kaki dapat menyebabkan borok kaki yang sulit disembuhkan (bahasa medis ulkus). (Gambar 1)

Komplikasi pada pembuluh darah kecil mengenai mata, ginjal dan saraf. Sumbatan pada pembuluh darah mata dapat menyebabkan pandangan kabur. Komplikasi kencing manis pada mata dapat juga menyebabkan terjadinya katarak. Komplikasi pada ginjal dapat menyebabkan terjadi gagal ginjal dengan gejala seperti bengkak pada wajah, atau sesak nafas hebat. Pada saraf dapat menyebabkan terjadinya kerusakan saraf yang berakibat keluhan kesemutan pada telapak tangan dan kaki.

Kencing manis dapat tidak memiliki gejala. Umumnya seseorang datang ke layanan kesehatan dengan komplikasi kencing manis seperti rasa kesemutan, sesak nafas hebat, nyeri dada, bengkak pada wajah, dan darah tinggi. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk deteksi dini kencing manis agar terhindar dari komplikasi kencing manis. 

Referensi

  1. Loscalzo J, Jameson JL, Kasper DL, Longo DL, Fauci AS, Hauser SL. Harrison Principles Internal Medicine.20 ed. McGraw-Hill;2018.
  2. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed ke-6. Jilid II. Jakarta: Interna Publishing;2014.

 

Oleh: dr. Irvan Cahyadi