INCLISIRAN: OBAT KOLESTEROL SUNTIK CUKUP 2 KALI SETAHUN

19 Oct 2021 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Jantung dan Pembuluh Darah | Lansia

Dislipidemia atau yang sering disebut sebagai kolesterol merupakan kondisi terganggunya metabolisme lemak akibat faktor genetik dan gaya hidup atau lingkungan. Gangguan ini ditandai dengan peningkatan LDL (low density lipoprotein), penurunan HDL (high density lipoprotein), dan peningkatan trigliserida. Belum lama ini, terdapat berita baru mengenai obat kolesterol yang diberikan secara suntikan dan tidak perlu diberikan setiap hari. Apakah obat tersebut benar ada?

Inclisiran (KJX839), merupakan RNA kecil (siRNA) rantai ganda pertama dengan kerja panjang yang membantu meningkatkan reseptor LDL di membran sel hati sehingga dapat menurunkan kadar LDL di darah. Penelitian fase 1 menemukan bahwa pemberian dosis tunggal atau multipel 300 mg secara subkutan dapat menurunkan LDL secara signifikan (50,6%) selama 6 bulan. Pada tahap ini, efek samping yang ditemukan tidak berbahaya seperti batuk, nyeri otot, nyeri kepala, nyeri pinggang, diare, dan nasofaringitis.

Pada fase 2 Program ORION (1 dan 3), pemberian satu dosis 300 mg Inclisiran menurunkan 41,9% level LDL dibandingkan plasebo, sedangkan pemberian dua dosis menurunkan hingga 52,6%. Obat ini juga dapat diberikan pada penderita diabetes. Fase 3 penelitian (ORION 9,10,11,5, dan 4)  menunjukkan penurunan LDL-C level 39,7% hingga 52,3% pada hari ke 510.

Obat ini akan didistribusikan oleh Novartis Inc dengan merek dagang Leqvio®. Obat ini telah disetujui oleh European Commission (EC) sebagai terapi kolesterol darah yang tinggi dan dislipidemia pada dewasa. Obat ini dapat diberikan secara kombinasi dengan obat penurun lemak lainnya serta gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Pemberian obat ini dimulai dengan dosis awal, kemudian diberikan pada bulan ketiga, lalu diberikan setiap 6 bulan. Inclisiran sodium salt 300 mg yang setara dengan 284 mg Inclisiran disuntikan secara subkutan dilakukan oleh tenaga medis.

Dengan tersedianya pengobatan dislipidemia yang efektif hanya dengan pemberian dua kali setahun ini, diharapkan dapat secara signifikan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular seperti kematian akibat komplikasi kardiovaskular, serangan jantung, stroke, dan kebutuhan revaskularisasi koroner darurat. Namun demikian, kita harus bersabar, karena obat ini diperkirakan belum akan beredar di Amerika Serikat hingga 2022 berdasarkan Novartis.

Oleh: dr. Devina Ciayadi