Hati-Hati! Virus Corona Dapat Menempel Lama Pada Perabot Berikut!

12 May 2020 | COVID-19 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Infeksi | Penyakit Paru

Semenjak diberitakannya kasus pneumonia (infeksi paru) misterius di Wuhan, Provinsi Hubei, Desember 2019 lalu, Coronavirus Disease (COVID-19) telah menyebabkan keresahan di berbagai negara. COVID-19 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 dengan tingkat mortalitas sekitar 8,9%, tertinggi di Asia Tenggara, berdasarkan data 31 Maret 2020.


Berbagai kasus transmisi dari manusia ke manusia telah banyak dilaporkan. Virus corona juga dapat mengontaminasi permukaan kering dari berbagai benda yang kemudian berkontak dengan selaput lendir mata, hidung, atau mulut. Tahukah Anda berapa lama virus ini dapat bertahan di permukaan benda seperti pada meja atau pegangan pintu?


Sebuah jurnal dari Jerman pada Januari 2020 menyatakan bahwa virus corona yang menyerang manusia dapat bersifat infeksius selama 2 hingga 9 hari, tergantung pada material dan suhu. Pada suhu ruangan, virus ini dapat bertahan hingga 9 hari, sementara pada suhu yang lebih tinggi seperti 30°C, masa hidup virus ini berkurang. Sebaliknya, pada suhu yang lebih rendah seperti pada 4°C, beberapa jenis virus corona dapat bertahan hingga 28 hari.


Penelitian tersebut menyatakan bahwa pada suhu 21°C, virus corona manusia (Human Coronavirus/HCOV) dapat bertahan 5 hari pada bahan PVC, karet silikon, keramik, teflon, besi,  karet silikon, dan kaca. Pada suhu yang sama, virus bertahan selama 2-8 jam pada bahan aluminium sedangkan pada alat pelindung diri seperti sarung tangan bedah (lateks) pada suhu tersebut, virus dapat bertahan hingga 8 jam. Pada suhu ruangan, virus tersebut dapat bertahan hingga 2-6 hari pada bahan plastik.


Apakah Anda pernah menyentuh perabot di rumah kemudian menyentuh wajah Anda? Sebuah penelitian menemukan bahwa pada populasi pelajar rata-rata menyentuh wajah sekitar 23 kali dalam 1 jam terutama pada bagian kulit (56%), mulut (36%), hidung (31%), dan mata (31%). Untuk mencegah transmisi kuman, World Health Organization (WHO) merekomendasikan melakukan prosedur pembersihan dan desinfeksi secara konsisten dan tepat. Pembersihan dilakukan dengan air dan detergen sedangkan desinfeksi dilakukan dengan beberapa bahan seperti etanol dengan konsentrasi sekitar 62-71% (menurunkan infektivitas virus dalam 1 menit), sodium hiproklorit 0,1-0,5%, dan glutardialdehid 2%. Untuk membuat larutan desinfeksi dengan sodium hidroklorit di rumah, Anda dapat menggunakan larutan pemutih yang mengandung sodium hidroklorit 5% dan dilarutkan dengan air dengan perbandingan 1:100.

Oleh: dr. Devina Ciayadi