Flashback Perihal Klorokuin

07 Oct 2021 | COVID-19 | Infeksi

Beberapa waktu lalu, terdapat berita yang menyebutkan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo memesan jutaan obat klorokuin. Hal ini dikarenakan adanya laporan tentang potensi manfaat Klorokuin untuk mengobati penderita COVID-19. Saat ini memang belum ada obat utama yang telah disepakati untuk menangkal dan mengobati infeksi virus ini. Beberapa penelitian dan pengalaman di berbagai institusi di luar negeri merekomendasikan beberapa opsi terapi untuk membantu meringankan gejala pasien atau bahkan menyembuhkan pasien COVID-19. Salah satu obat yang dapat dipertimbangkan adalah Klorokuin .

Klorokuin pada awalnya dikenal sebagai obat malaria yang telah dikenal sejak tahun 1940. Selain digunakan sebagai obat malaria, klorokuin juga cukup sering dipakai pada kasus penyakit autoimun (kelainan sistem kekebalan tubuh menyerang diri sendiri) dikarenakan sifat anti-peradangan yang dimilikinya. Namun layaknya obat kimiawi lainnya, obat keras ini pun berpotensi menimbulkan berbagai efek samping. Efek samping dapat muncul apabila obat tersebut dikonsumsi dalam waktu yang lama, dosis yang besar, atau pada kondisi badan tertentu yang rentan. Hal ini dikarenakan karakteristik klorokuin yang memiliki batas keamanan di dalam darah yang relatif sempit, sehingga efek terapi dan efek toksiknya hanya berselisih sedikit.

Berbagai efek samping dari klorokuin yang telah diketahui dan perlu diperhatikan antara lain sebagi berikut:

a.      Rasa tidak nyaman pada perut

Rasa tidak nyaman pada perut dapat dirasakan sebagai sensasi mual, sampai dengan nyeri perut. Sensasi tidak nyaman diperut dapat menyebabkan muntah juga loh. Efek samping pada perut dapat dikurangi dengan konsumsi klorokuin setelah makan.

b.     Penurunan pendengaran, penglihatan, dan sensasi kesemutan

Gejala tersebut dapat muncul pada penggunaan dosis klorokuin dalam jumlah yang tinggi dan dalam waktu yang lama. Gejala tersebut dapat bersifat ireversibel (tidak dapat pulih ke kondisi normal).

c.      Kehilangan sel darah merah (anemia) berat

Anemia berat dapat terjadi pada penggunaan klorokuin pada orang dengan kelainan  bawaan sel darah merah tertentu. Klorokuin dapat menyebabkan sel darah merah yang abnormal tersebut gampang pecah (lisis) sehingga anemia dapat terjadi disertai komplikasi serius lainnya.

d.     Gangguan irama jantung

Berbagai gangguan irama jantung atau aritmia telah dilaporkan pada pada penggunaan klorokuin yang tidak sesuai indikasinya, terutama pada pasien yang telah memiliki gangguan jantung tertentu. Beberapa aritmia fatal juga dapat terjadi setelah mengkonsumsi klorokuin.

Oleh karena adanya berbagai efek samping yang bervariasi, dari ringan sampai berat, maka sebaiknya penggunaan klorokuin harus sesuai rekomendasi dokter Anda setelah disesuaikan dengan kondisi badan Anda.

Referensi:

  •       Katzung B. Basic & Clinical Pharmacology. Edisi ke-13. New York: McGraw-Hill. 2015
Oleh: dr. Irvan Cahyadi