Demam: Saya Harus Bagaimana?

12 Jun 2020 | Kanker | Kesehatan Anak | Hati dan Saluran Cerna | Infeksi | Ginjal dan Saluran Kemih | Lansia

"Kamu kenapa hari ini kok lemes banget?" Tanya dosen kepada karyawannya. "Hmm maaf pak, grrrrr (terlihat mengigil)" jawab mahasiswa. "Kamu lagi sakit?" Tanya dosen . "Ya pak, saya dari pagi memang rasanya sudah rasa tidak enak badan, seperti mau demam tubuh saya" jawab mahasiswa sambil mengigil.

Apakah anda sering menemukan peristiwa seperti di atas? Lalu, bagaimana penanganan yang awal pada seseorang dengan demam? (Gambar 1)

Demam adalah keadaan terjadinya peningkatan suhu tubuh akibat sebab yang beragam. Suhu tubuh normal dengan memakai termometer ketiak yaitu 36.5oC sampai 37.5oC. Seseorang dapat dikatakan demam bila suhu tubuh lebih dari 37.5oC.

Penyebab tersering demam yaitu infeksi. Infeksi dapat terjadi dibagian tubuh mana pun seperti otak, telinga, anggota gerak, saluran pernafasan, saluran cerna atau saluran kemih. Penyebab demam lainnya dapat berupa kelainan autoimun, campak, keganasan pada organ tubuh lainnya, demam berdarah, atau flek paru (infeksi paru tuberkulosis). Kelainan autoimun, keganasan atau flek paru memiliki deman yang berkepanjangan dengan peningkatan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi (awam: meriang). Penyebab-penyebab tersebut menyebabkan demam dengan cara adanya zat yang dihasilkan akibat adanya reaksi sel kekebalan tertubuh terhadap infeksi, reaksi autoimun dan keganasan. Zat tersebut mengubah ambang suhu tubuh di otak sehingga terjadilah demam.

Bila terjadi demam, bagaimana penanganan awalnya?

Penanganan awal yang dilakukan yaitu dengan pemberian obat penurun demam, minum dalam jumlah yang cukup menghindari pakaian yang tebal, serta mengompres dengan air hangat. Tujuan mengompres air hangat yaitu untuk memberi sinyal kepada otak bahwa permukaan kulit hangat sehingga sebagai responnya tubuh berusaha mengurangi suhu tubuh. Pakaian tebal dapat mencegah pengeluaran panas dari tubuh.

Obat penurun demam yang dapat digunakan seperti parasetamol atau ibuprofen. Parasetamol dapat dapat diberikan 500 mg dengan jumlah maksimum sebanyak 2000 mg. Perlu diwaspadai pemberian ibuprofen pada kasus demam berdarah karena dapat memudahkan terjadinya perdarahan pada saluran cerna. Bila ada demam segeralah berobat ke dokter untuk mengevaluasi penyebab terjadinya demam serta pemberian obat yang tepat.

Referensi

  1. Loscalzo J, Jameson JL, Kasper DL, Longo DL, Fauci AS, Hauser SL. Harrison Principles Internal Medicine.20 ed. McGraw-Hill;2018.
  2. https://www.doctordoctor.com.au/fever-causes-symptoms-management/
  3. Brunton LL, Dandan RH, Knollman BC. Goodman & Gilmans’s The Pharmocological Basis of Therapeutics. 13rd ed. McGraw-Hill;2018
Oleh: dr. Irvan Cahyadi