COVID-19 Masih Ada, Yuk Jangan Lupakan Pencegahannya!

07 Oct 2021 | COVID-19 | Infeksi | Penyakit Paru

Penularan COVID-19 terjadi melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan saat berbicara, batuk, atau bersin dari orang yang telah terjangkit COVID-19. Seseorang dapat tertular apabila menghirup secara langsung percikan droplet tersebut di udara. Cara penularan lainnya apabila seseorang menyentuh area wajah sehabis menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi oleh droplet penderita. Penderita penyakit ini bervariasi dari tidak bergejala sama sekali hingga gejala gangguan pernapasan yang berat yang bisa berujung pada kematian. Beratnya gejala yang dapat terjadi bergantung pada daya tahun tubuh penderita serta adanya berbagai penyakit penyulit lainnya. 

Gejala COVID-19 meliputi demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, pegal-pegal, bersin, atau sesak nafas. Gejala-gejala ini relatif tidak spesifik untuk COVID-19 melainkan cukup lazim ditemukan pada berbagai penyakit cirus lainnya, termasuk penyakit flu biasa. Namun COVID-19 berpotensi untuk menyebabkan infeksi paru yang berat sehingga mengarah pada gagal napas. Komplikasi lainnya yang akan segera menyusul meliputi gagal ginjal, gagal jantung, gangguan kesadaran, dan syok. Oleh karena itu, kasus COVID-19 yang berat dapat berakibat sebagai kematian, terutama apabila mengenai populasi yang rentan seperti lansia, penderita berbagai penyakit kronik, penderita dengan gangguan imun tubuh, dan ibu hamil. Sebagian kasus lainnya dapat berupa penderita yang tidak bergejala apapun karena berdaya tahan tubuh yang relatif baik, misalnya orang yang berusia muda. Namun laporan terakhir mengindikasikan bahwa penderita yang tanpa gejala tetap berpotensi menularkan virus ini ke orang lain, sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus juga untuk diidentifikasi.

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati, maka langkah-langkah berikut bisa diupayakan agar diri kita dapat terhindar dari paparan virus ini:

a.      Tetap di rumah saja

Membatasi aktivitas di luar rumah menjadi hal penting karena penularan COVID-19 merupakan penularan dari orang ke orang.

b.     Bila terpaksa harus keluar rumah, maka jagalah jarak dari orang lain minimal 1-2 meter (physical distancing).

Jarak tersebut efektif untuk mencegah terjadinya penularan percikan droplet yang dikeluarkan oleh seorang penderita saat bersin atau batuk.

c.      Mencuci tangan setiap 15-20 menit

Mencuci tangan merupakan langkah yang sederhana dan efektif dalam mencegah terjadinya penularan pada diri kita. Mencuci tangan dapat dilakukan dengan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer digunakan pada kondisi mencuci tangan menggunakan sabun tidak dapat dilakukan. Dianjurkan untuk mencuci tangan sehabis menyentuh berbagai benda di tempat umum, saat akan makan, dan sebelum menyentuh area wajah.

d.     Hindari menyentuh area mata, hidung, atau mulut.

Tangan kita yang terkontaminasi apabila memegang area mata, hidung, atau mulut dapat memungkinkan virus Corona ke dalam tubuh kita. Oleh karena itu, hindari menyentuh area wajah apabila sedang berada di tempat umum atau paling bersihkan tangan Anda terlebih dahulu sebelum menyentuh area wajah Anda.

e.      Jaga kesehatan

Anda dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara yang sederhana misalnya makan makanan bergizi dan seimbang, cukup istirahat, berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan rajin berolahraga di rumah. Konsumsi vitamin tertentu dapat dipertimbangkan apabila asupan nutrisi dari makanan kurang atau pada populasi yang memiliki kebutuhan tinggi akan vitamin, misalnya anak dalam masa pertumbuhan dan ibu hamil – menyusui.

Namun, apabila Anda memiliki gejala demam, batuk, nyeri tenggorokan, atau sesak nafas terutama apabila memiliki riwayat kontak atau habis berpergian keluar negeri, maka segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Referensi:

  •      Singhal T. A Review of Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Indian J Pediatr. 2020; 87(4):281-86.
Oleh: dr. Irvan Cahyadi