Berteman dengan Lemak? Apakah Bisa?

01 Apr 2021 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Jantung dan Pembuluh Darah

Anda mungkin sering mendengar, jangan makan lemak, lemak bisa membuatmu gendut. Lemak seakan-akan menjadi sesuatu yang harus dihindari jika Anda menginginkan berat badan yang ideal. Hal ini sesungguhnya adalah sebuah pernyataan yang salah. Anda dapat berteman dengan lemak. 

Lemak adalah salah satu dari tiga makronutrien penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kelangsungan hidup. Otak kita tersusun dari 60% lemak. Asupan lemak harus dipenuhi guna menjaga fungsi otak sehingga kemampuan berpikir dan memori Anda tetap dalam kondisi prima untuk bekerja. Lemak dapat memberikan rasa dan tekstur lembut pada makanan sehingga terasa lebih nikmat. Lemak juga cenderung lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan protein atau karbohidrat sehingga akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Keberlangsungan hidup sel tubuh manusia juga bergantung pada lemak. Lemak memainkan peran yang penting untuk tubuh. Oleh karena itu, dibandingkan dengan membatasi secara total asupan lemak, pilihlah sumber lemak yang baik untuk tubuh Anda. 

Ada tiga jenis lemak yang harus Anda ketahui yakni lemak jenuh, lemak trans, dan lemak tidak jenuh. Lemak jenuh memiliki bentuk solid dalam temperatur ruangan. Lemak jenuh ini lebih banyak ditemukan dalam makanan seperti daging, mentega, keju, minyak palem, dan kelapa. Diet tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Naiknya kolesterol darah akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Lemak jenuh juga memiliki potensi meningkatkan risiko penyakit kanker usus, prostat, dan ovarium. Untungnya, konsumsi lemak jenuh dalam jumlah sedikit tidak akan menyebabkan masalah kesehatan. Anda masih dapat mengonsumsi lemak jenuh maksimal 14 gram sehari. 

Lemak trans adalah jenis lemak berbahaya yang harus Anda hindari. Lemak trans ditemukan dalam makanan olahan yang terbentuk saat hidrogen disuntikkan dalam minyak nabati. Lemak trans juga akan meningkatkan kolesterol jahat. Lemak trans ini dapat Anda jumpai pada margarin, biskuit, dan berbagai macam makanan kemasan. Untungnya, penggunaan lemak trans telah dihentikan oleh perusahaan makanan. Akan tetapi, tetaplah waspada saat membeli makanan kemasan. Jangan lupa untuk membaca tabel nutrisi yang tertera pada setiap makanan kemasan. 

Lemak tidak jenuh adalah lemak yang seharusnya menjadi teman Anda. Lemak tidak jenuh justru dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). LDL adalah kolesterol jahat yang sering mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah hingga terbentuknya penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, lemak ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan gula darah. Lemak tak jenuh ini dapat Anda jumpai pada alpukat, kacang, minyak jagung, minyak ikan, minyak canola, minyak zaitun, minyak wijen, minyak bunga matahari, dan biji-bijian. 

 

Sumber: https://www.healthline.com/health/heart-disease/good-fats-vs-bad-fats

Oleh: Mellisa Noviyanti