Athlete’s Foot

18 Feb 2022 | Kecantikan dan Kelainan Kulit | Alergi dan Penyakit Imunologik

Athlete’s foot merupakan istilah yang digunakan untuk infeksi jamur yang terjadi kulit kaki, dalam istilah medis disebut tinea pedis – merupakan infeksi jamur yang menular. Infeksi ini dapat menyebar juga pada kuku kaki dan tangan. Infeksi jamur ini dinamakan athlete’s foot karena sering terjadi pada atlet. Di luar penamaannya, kondisi ini dapat terjadi pada siapapun, terutama mereka yang sering berjalan tanpa menggunakan alas kaki di tempat umum seperti kolam renang, atau ruang ganti.

Keadaan ini tidak membahayakan, namun penyembuhannya membutuhkan waktu lama. Apabila Anda memiliki penyakit diabetes atau penyakit lain yang menurunkan sistem kekebalan tubuh, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda.

Faktor risiko munculnya kondisi ini ialah jarang menggunakan alas kaki terutama pada area umum, saling berbagi penggunaan barang pribadi misalnya kaos kaki, sepatu, handuk pada orang yang terinfeksi jamur, sering menggunakan sepatu yang tertutup dan ketat, membiarkan kaki basah dalam waktu lama, sering berkeringat pada kaki, memiliki kondisi luka pada kulit kaki atau kuku kaki.

Gejala athlete’s foot berupa rasa gatal, menyengat, rasa terbakar antara jari-jari kaki dan pada telapak kaki. Pada kulit kaki seringkali muncul kemerahan yang bersisik. Selain itu dapat dijumpai lenting pada kaki dan terasa gatal, kulit kaki retak dan terkelupas, umumnya pada daerah telapak kaki dan antara jari – jari kaki, kulit kaki kering, perubahan karakteristik kuku kaki  (berubah warna, menebal dan permukaannya tidak rata), dan kuku kaki yang mudah tercabut dari dasarnya.

Cara mencegah terjadinya kondisi ini, gunakanlah alas kaki bila berjalan di area umum yang basah, jaga kondisi kaki agar selalu dalam keadaan kering, karena infeksi jamur terjadi pada area yang lembap dan basah. Pilih alas kaki yang tidak menyebabkan kaki mudah berkeringat. Cuci kaki setiap hari menggunakan sabun dan segera keringkan kaki. Gunakan kaos kaki yang berbahan natural dan dapat menyerap keringat. Ganti kaos kaki setiap selesai menggunakannya, hindari kaos kaki yang basah. Pastikan sepatu yang Anda gunakan selalu dalam keadaan kering ketika digunakan. Hindari penggunaan handuk, kain, dan sepatu bersama – sama dengan orang yang terinfeksi jamur.

Apabila keadaan athlete’s foot tidak membaik atau menjadi semakin parah, segera konsultasi dengan dokter kulit.

Oleh: dr. Madelina Serenita