Apakah Pikun itu Wajar?

18 Jun 2020 | Otak dan Saraf | Lansia

 

“Iya si nenek sudah pikun, makanya maklumi saja.”

Pasti Anda sering mendengar kalimat yang kurang lebih seperti itu. Tidak heran, karena pikun banyak dialami di usia tua. Di dalam dunia medis, pikun adalah salah satu gejala penyakit demensia atau penyakit Alzheimer. Kedua penyakit ini memiliki gejala penurunan fungsi otak (daya ingat, berpikir, berperilaku).

Selain itu, gangguan otak lainnya yang dapat menyebabkan pikun antara lain:

  • Stroke
  • Cedera kepala
  • Kejang
  • Tumor otak
  • Infeksi otak
  • Kecanduan alkohol kronis
  • Efek samping obat tertentu
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kelainan tiroid, ginjal, hati
  • Masalah kejiwaan

 

Meski banyak orang tua yang mengalami kondisi ini, beberapa orang muda juga bisa mengalami pikun. Pikun pada orang muda biasanya disebabkan cedera kepala ataupun trauma psikologis yang perlu segera mendapat pertolongan.

 Tanda dan gejala pikun pada setiap orang berbeda, antara lain:

 

  • Gangguan daya ingat: penderita mudah lupa terhadap suatu kejadian yang baru saja terjadi
  • Sulit fokus: sehingga penderita sulit untuk menggunakan telepon, melakukan perhitungan sederhana
  • Sulit melakukan aktivitas yang familiar: seperti memasak atau mengendarai mobil
  • Disorientasi: penderita kebingungan tempat mereka berada, hari, tanggal, ataupun tahun
  • Sulit memahami visuospasial: sulit membaca, menentukan jarak, mengukur, sulit menuang air ke dalam gelas
  • Gangguan komunikasi: penderita tidak bisa mencari kata yang tepat sehingga berhenti di tengah pembicaraan
  • Meletakkan barang tidak pada tempatnya: sehingga saat dicari, penderita kebingungan dan seringkali menyalahkan orang lain
  • Salah membuat keputusan: memakai kaos kaki yang berbeda antara kaki kanan dan kiri, salah menghitung kembalian
  • Menarik diri dari pergaulan: tidak bersemangat berkumpul dengan teman, malas melakukan hobi
  • Perubahan perilaku dan kepribadian: suka merasa bingung, curiga, depresi, takut, kecewa, ataupun putus asa

 Pikun bukan suatu kewajaran, karena bisa disebabkan oleh suatu kondisi yang tidak diinginkan dan dapat berlanjut ke penyakit yang lebih buruk. Jika Anda merasa demikian atau ada orang terdekat menunjukkan gejala seperti yang disebutkan tadi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendapat pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Sumber:

  • Depkes RI (2014). Jangan Maklum dengan Pikun.
  • NHS (2017). Health A-Z. Dementia.
  • WHO (2017). Media Centre. Dementia.
  • WebMD (2015). Dementia.
Oleh: dr. Sandy Theresia