Apa Saja Manfaat Vitamin D?

28 Dec 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Otot, Tulang, dan Sendi | Lansia

Pernahkah Anda mendengar istilah vitamin sinar matahari? Ya, vitamin tersebut adalah vitamin D. Vitamin ini merupakan sebuah pro hormon atau prekursor hormon yang akan diproduksi pada kulit setelah terpapar sinar matahari. Vitamin ini merupakan vitamin larut lemak bersama dengan vitamin A, E, dan K. Vitamin D memiliki tiga bentuk yaitu vitamin D-1, D-2, dan D-3. Salah satu fungsi yang umum diketahui adalah pengaturan penyerapan kalsium dan fosfat. Namun, tak hanya itu, vitamin D juga mendukung fungsi sistem imun yang dapat membantu tubuh dalam melawan penyakit-penyakit tertentu.

Beberapa fungsi vitamin D yang mungkin belum kamu ketahui, antara lain:

  • Melawan penyakit
    Berdasarkan berbagai jurnal, vitamin ini mengurangi risiko terserang beberapa penyakit seperti penyakit jantung, flu, dan sklerosis multipel. Penelitian membuktikan bahwa vitamin D bersifat protektif terhadap virus influenza.
  • Mengurangi gejala depresi
    Penelitian membuktikan bahwa vitamin ini membantu dalam pengaturan mood, sehingga dapat mengurangi gangguan depresi, cemas, dan nyeri-nyeri otot.
  • Mempertahankan kesehatan tulang
    Vitamin D berperan dalam pengaturan kalsium dan mempertahankan kadar fosfat di darah. Vitamin ini akan memicu penyerapan kalsium di usus dan penyerapan kembali kalsium yang akan dibuang oleh ginjal. Kekurangan vitamin D pada anak dapat menimbulkan penyakit riketsia di mana tulang akan mengalami pembengkokan. Sedangkan pada orang dewasa, defisiensi vitamin D akan menyebabkan osteomalasia atau kelemahan tulang dan otot. Pada usia lanjut, defisiensi vitamin ini dapat menimbulkan osteoporosis yang meningkatkan risiko terjadinya fraktur.

Karena fungsi vitamin D sangat banyak bagi tubuh, sangat penting bagi kita untuk mengenali gejala-gejala kekurangan (defisiensi) vitamin D. Defisiensi vitamin D umumnya dialami oleh orang yang kurang terpapar sinar matahari, contohnya orang yang berada dalam lingkungan tinggi polusi, selalu menggunakan tabir surya, sering beraktivitas di dalam ruangan, dan orang dengan warna kulit yang gelap (kadar melanin kulit tinggi) sehingga vitamin D lebih sedikit diserap kulit. Penggunaan tabir surya dengan sun protection factor (SPF) 30 mengurangi kemampuan pembentukan vitamin D hingga lebih dari 95%. Beberapa tanda Anda kekurangan vitamin D dapat berupa kelelahan, nyeri otot atau tulang berat atau kelemahan pada tubuh, dan fraktur (patah tulang) akibat tekanan atau trauma (stress fracture). Institute of Food and Agricultural Sciences merekomendasikan jumlah vitamin D berdasarkan kelompok usia, yaitu:

  • Anak dan Remaja: 600 IU
  • Dewasa hingga usia 70 tahun: 600 IU
  • Dewasa di atas 70 tahun: 800 IU
  • Wanita hamil atau menyusui: 600 IU

Untuk mencegah terjadinya defisiensi vitamin D, Anda disarankan untuk memperoleh paparan sinar matahari pada kulit langsung tanpa menggunakan tabir surya selama 5-10 menit, 2-3 kali dalam seminggu, sehingga produksi vitamin D cukup dalam tubuh. Selain itu, konsumsilah makanan yang mengandung kadar vitamin D tinggi, seperti salmon, ikan trout, jamur, kuning telur, tuna kaleng, sarden, dan keju Swiss.

Oleh: dr. Devina Ciayadi