Anak Sangat Sering Batuk Pilek, Apakah Alergi?

02 Mar 2021 | Kesehatan Anak | Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) | Alergi dan Penyakit Imunologik

Terkadang, batuk pilek dianggap penyakit yang wajar dan biasa terjadi pada anak, sehingga penanganannya tidak serius. Faktanya, bila anak sering menderita batuk pilek dengan jeda sembuh antar episode batuk pilek yang sangat singkat atau anak menderita batuk pilek dalam waktu lama dan tidak kunjung sembuh, bisa jadi ada suatu masalah yang harus diatasi. Jadi, jangan anggap wajar penyakit “ringan” ini.

Sering kali, batuk pilek pada anak disebabkan bukan oleh karena infeksi kuman, tetapi karena reaksi alergi atau rinitis alergi. Gejalanya adalah lendir hidung yang sangat encer dan bening, muncul bila berdekatan dengan barang pemicu seperti debu rumah yang halus dan tak kasatmata, bulu, rambut hewan, kotoran binatang kering yang terbawa angin (terutama pada Anda yang memelihara burung, kucing, anjing, dan sebagainya). Lendir hidung ini dapat mengalir ke belakang hidung menuju tenggorokan, sehingga mengakibatkan gatal pada tenggorokan dan memicu batuk. Pada umumnya, anak tidak mengalami demam atau lemas. 

Selain membuat anak tidak nyaman dan mengganggu aktivitas, rinitis alergi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi organ lainnya, misalnya sinusitis atau radang pada sinus (rongga pada tulang dahi, tulang pipi, dan tulang sisi hidung), radang tenggorokan, otitis media efusi atau terkumpulnya cairan pada telinga yang dapat menyebabkan penurunan pendengaran dan sensasi kemasukan air. Komplikasi ini, apabila dibiarkan dapat memburuk bahkan hingga memerlukan tindakan operasi. 

Lalu, bagaimana cara menyembuhkan batuk pilek ini? Cara yang paling mudah adalah menyingkirkan semua kemungkinan pemicu kambuhnya alergi. Pastikan kamar tidur dibersihkan setiap hari. Hindari menumpuk barang, terutama yang berpotensi menyimpan debu halus seperti buku-buku, boneka, bantal hias, karpet, dan tumpukan baju. Bersihkan juga filter pendingin udara setiap 7 hari sekali supaya tidak mengumpulkan debu. Hindari memelihara hewan berbulu dalam ruangan dan sering mandikan serta membersihkan kotorannya. Setelah anak bermain dengan hewan peliharaan, harus cuci tangan atau mandi supaya bulunya tidak menempel dan terhirup. 

Bila gejala yang muncul sangat berat dan menetap meskipun telah membersihkan lingkungan, tandanya anak Anda harus dibawa ke dokter THT untuk konsultasi lebih lanjut. Dokter THT dapat meresepkan obat semprot hidung untuk mengurangi sensitivitas hidung terhadap pemicu alergi, tetapi perlu diingat bahwa obat ini akan mampu bekerja maksimal bila kontak dengan pemicu juga dikurangi. Selain itu, dokter THT juga akan melakukan pemeriksaan lebih rinci untuk mengetahui penyebab dari keluhan yang dialami oleh anak Anda.

 

Sumber:  https://www.healthline.com/health/allergic-rhinitis

Oleh: dr. Stephanie