Anak Anda Suka Jajan Sembarangan? Waspada Hepatitis A!

27 Oct 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Kesehatan Anak | Hati dan Saluran Cerna

Masa kanak dan remaja merupakan masa saat anak Anda sedang senang-senangnya mengeksplorasi hal baru. Jangan heran bila anak Anda menolak makan masakan yang lezat dan bersih buatan Anda di rumah, kemudian lebih memilih jajanan di luar. Namun, kebiasaan jajan sembarangan, apalagi di tempat yang tidak bersih, meningkatkan risiko tertular hepatitis pada anak. Sebenarnya, apa sih hepatitis itu, dan mengapa Anda sebagai orang tua perlu waspada?

Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hepar atau hati. Ada beberapa penyebab hepatitis, yaitu infeksi dan non-infeksi. Pada anak, umumnya yang terjadi adalah hepatitis akibat tertular infeksi virus. Terdapat tiga jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C, ketiganya memiliki ciri dan cara penularan yang berbeda-beda.

Virus hepatitis A menyebabkan penyakit hepatitis yang dapat sembuh sendiri. Hepatitis tipe inilah yang sering menjangkit anak-anak karena penyebarannya melalui makanan atau minuman tercemar, alias dari jajanan yang tidak bersih. Kabar baiknya, kebanyakan hepatitis tipe ini tidak menimbulkan gejala berat dan tidak berkepanjangan, serta tersedia vaksin yang dapat mencegah atau mengurangi gejala penyakit. Penyakit hepatitis A didahului keluhan demam, pusing, menggigil, nyeri otot, serta sendi. Ketika proses penyakit memberat, terjadi gejala lanjutan berupa mata dan kulit berwarna kuning (karena itu awam sering menyebut hepatitis dengan istilah “sakit kuning”), urine berwarna seperti teh, kotoran berwarna pucat seperti dempul, mual muntah, nyeri perut kanan atas, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, serta kulit gatal. Sering kali gejala yang terjadi tergolong ringan, umumnya pasien datang ke dokter karena mata dan kulit tiba-tiba berwarna kuning. Pasien perlu dirawat bila mengalami mual muntah hebat dan sulit makan minum sehingga terjadi dehidrasi dan perlu diinfus.

Tipe hepatitis lainnya, seperti hepatitis B dan C lebih jarang terjadi pada anak karena jalur penularannya adalah melalui darah dan hubungan seksual. Hepatitis B dan C lebih berbahaya karena merupakan penyakit radang hati kronik (penyakit yang sukar sembuh dan dapat diidap seumur hidup) serta dapat berkembang menjadi kanker hati.

Penyakit hepatitis A dapat dicegah dengan menjaga kebersihan. Ajarkan kebiasaan baik untuk selalu mencuci tangan sebelum makan serta memilih tempat jajan yang bersih kepada anak Anda. Bila dirasa perlu, Anda dapat membawa anak Anda ke dokter untuk vaksin hepatitis. Niscaya dengan upaya sederhana seperti ini, anak Anda dapat terhindar dari penyakit hepatitis A.

Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459290/

 

Oleh: dr. Stephanie