5 Cara Untuk Mempercepat Kehamilan

10 Jul 2020 | Olahraga dan Gaya Hidup Sehat | Kesehatan Wanita dan Ibu Hamil

Kehamilan merupakan idaman bagi setiap mempelai yang baru saja menikah. Namun terkadang proses untuk mendapatkan kehamilan tidak selalu mudah bagi setiap pasangan. Ada beberapa pasangan yang perlu menunggu beberapa bulan atau bahkan tahunan untuk mendapat buah hati. Memang banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Berdasarkan data epidemiologi ditemukan, wanita sehat usia 30 tahun hanya mempunyai kesempatan sekitar 20% untuk mencapai kehamilan setiap bulannya. Tidak terlalu tinggi, bukan? Kehamilan sendiri sangat berkaitan dengan kesuburan dari pasangan. Pada artikel kali ini kita akan membahas hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mempercepat proses kehamilan agar cepat terjadi. Yuk, kita bahas!

  1. Konsumsi makanan dengan kandungan zat oksidan tinggi.
    Antioksidan memiliki efek untuk menurunkan kadar radikal bebas dalam tubuh. Jika dibiarkan radikal bebas dapat merusak sel telur da sperma di dalam tubuh. Pada studi yang dilakukan Robbins dan rekan pada tahun 2012, ditemukan konsumsi makan-makanan dengan kandungan antioksidan tinggi dapat meningkatkan kualitas sperma. Buah-buahan, sayur-sayuran, serta kacang-kacangan memiliki kandungan antioksidan yang sangat baik dan dibutuhkan oleh tubuh. Jadi jangan malas untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan setiap harinya ya.
  2. Hindari lemak jahat!
    Lemak memang merupakan salah satu makronutrien yang menunjang kesuburan. Namun tidak semua lemak lho! Lemak dibagi menjadi lemak jenuh, lemak tak jenuh dan trans-fat. Trans fat biasanya ditemukan di margarin, makanan yang digoreng, processed foods, dan beberapa produk yang dipanggang. Kenapa sih bisa menganggu kesuburan? Efek trans-fat pada kesuburan adalah menyebabkan adanya ganggan infertilitas pada sel indung telur, selain itu juga dapat memicu peningkatan berat badan tubuh, yang secara tidak langsung menyebabkan gangguan pada kesuburan nantinya. Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan pemilihan menu makanan dengan kandungan trans-fat lebih banyak dibandingkan kandungan lemah tak jenuhnya, berujung pada penurunan kesuburan indung telur sebanyak 31%. Oh ya, makanan yang mengandung lemak tak jenuh biasanya Anda bisa temukan pada minyak zaitun, kacang-kacangan, serta alpukat. Poin pentingnya adalah pintar untuk memiliki makanan dengan kandungan lemak yang baik ya!
  3. Multivitamin itu penting juga lho!
    Pada penelitian yang dilakukan oleh Jorge dan rekan pada tahun 2008, ditemukan bahwa 20% infertilitas dari indung telur dapat dihindari pada wanita dengan mengonsumsi 3 atau lebih multivitamin tiap minggunya. Wanita yang mengonsumsi vitamin memiliki 41% risiko infertilitas yang lebih rendah dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi vitamin sama sekali. Vitamin yang Anda bisa konsumsi antara lain: vitamin E dan vitamin B6.
  4. Gaya hidup sendenter
    Gaya hidup sendenter merupakan gaya hidup di mana hampir sebagian aktivitas dilakukan saat Anda di rumah. Salah satu gaya hidup sendenter seperti: membaca buku, menonton, bermain game dan lainnya. Apakah kalian tahu bahwa gaya hidup sendenter ini berujung pada peningkatan risiko infertilitas? Pada penelitian yang dilakukan oleh Nurse Health Study ditemukan bahwa latihan setiap jam per minggu dapat menurunkan risiko infertilitas sebanyak 5%, lho! Jadi pada beberapa pasangan yang melakukan latihan rutin setiap harinya memiliki memiliki penurunan risiko sekitar 30% dibandingkan pasangan yang hanya menjalani gaya hidup sendenter saja. Namun tetap perlu diingat, latihan 3-5 kali per minggu dengan durasi 30-60 menit biasnaya sudah cukup. Latihan yang terlalu intens dan berat nantinya akan berdampak buruk juga. So, be wise!
  5. Jangan lupa untuk rileks!
    Kesibukan di tempat bekerja terkadang membuat Anda lupa untuk sedikit untuk melepas penat dengan duduk santai, meminum teh, atau berbagai kegiatan yang merelaksasikan tubuh. Anda perlu tahu, tingkat stress yang tinggi dapat menyebabkan gangguan hormonal yang nantinya kana berujung penurunan fertilitas. Berbagai kondisi kecemasan, stress, depresi memiliki proporsi yang cukup banyak pada pasangan yang tidak kunjung mendapatkan momongan. Sehingga akan sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan pikiran Anda, jauhkan pikirn negatif selama proses mendapatkan kehamilan. Jika Anda rasa beban pikiran terlalu berat, Anda bisa mengunjungi psikolog atau psikiater untuk membantu memecahkan masalah secara baik.
Oleh: dr. Freddy Dinata